Solve With IT

06/09/2009

Tampang Windows, Hati Tetap Linux

Filed under: LinuxMint — Tags: , — kecakot @ 23:25

Repost dari tulisan Diki yang telah dipublikasikan di: Linux Mint keren yang Windowslook dan di Mengubah Linux Mint menjadi Windowslook.

Membuat tampilan Linux Mint (gnome) seperti Windows:

Klik kanan Mint Menu yang ada di panel di pojok kiri bawah:

> Preferences > hapus Button text > ganti Button icon dengan:

> gambar start yang diambil dari windows.

Copykan ke /usr/lib/linuxmint/mintMenu/ > klik kanan > open as root > paste.

> close.

Klik kanan pada panel > Background > centang Background image.

> gambarnya diganti gambar:

> taskbar dari windows > close.

Klik kanan pada Desktop > Change Desktop Background > Theme > Customize > Control > pilih Mist.
> Icons > pilih Gion atau Win7.lookalike.1.0.2 atau terserah.

> close > close.

Atur launcher panel, paling kanan adalah date & time, sebelah kirinya adalah volume control dan notification area, atau terserah.
Di sebelah kanan menu yang sudah diganti start, taruh launcher sak karepe, paling kanan adalah Window list.

Tambah huruf dari windows dengan cara copy > /usr/share/fonts/ > open as root > paste, atau $sudo apt-get install mscorefont kalau sedang nyambung ke internet.

Atur huruf:
application font = tahoma 10,
document font = verdana 10,
desktop font = tahoma 9, atau terserah yang penting mirip windows.

> close.

Klik Menu > All application > preference > mintDesktop > Desktop item:
pilih Computer dan Trash. Setelah tampil di desktop di-rename menjadi My Computer dan Recycle Bin.
Document dibuatkan shortcut di Desktop dan di-rename menjadi My Documents.
Kecilkan icon di Desktop dengan cara:
Alt+F2 > gconf-editor > apps > nautilus > icon_view > default zoom level > dari standard diganti small.

Sekarang tampilannya begini:

> keren ya?

Walaupun sudah berhasil $sudo apt-get install startupmanager tapi nggak bisa jalan. Jadinya belum bisa mengatur usplash. Sementara timeout grub disetel 0 detik dan usplash dihapus dengan cara $sudo apt-get autoremove usplash, sehingga booting dengan text supaya tidak ketahuan Linux Mint-nya.
Sayangnya, gambar start itu tidak mau mepet ke kiri, tapi nggak apa-apa.

Catatan Andy MSE | Kecakot: Diki adalah anak saya yang pertama, saat ini duduk di bangku SMP kelas IX. Dia pengguna Linux sejak 2006, pertama kali saya perkenalkan dengan RedHat dan mulai menggunakan Mandriva 2006. Tahun-tahun berikutnya berganti-ganti menggunakan IGOS Nusantara, Mandriva 2007, OpenSUSE 10.2, Fedora 10, Ubuntu 8.04, 8.10, dan 9.04, juga LinuxMint Cassandra dan Gloria. Mungkin karena daya pikirnya masih tajam, justru Diki lebih hafal perintah-perintah dasar dibanding saya. Namun, masih kurang berani dalam bereksperimen. Sampai sekarang, Diki belum bisa meninggalkan Windows untuk nge-game. Kesukaannya adalah game balap dan sepakbola. Foto lama Diki ber-Linux bisa dilihat di Kekasih Cah Bagus.

Powered by WordPress