Posts Tagged ‘Ubuntu 9.10 Karmic Koala’

Linux, penyedia OS terbanyak dan teraktif

Saturday, February 20th, 2010

Netbook sebagai alat untuk membantu pekerjaan ringan dan bersosial network menjadi suatu pilihan karena bentuknya yang kecil dan ringan, mudah dibawa kemana-mana, daya tahan baterai yang lebih lama, storage penyimpanan yang lumayan besar dan kuat jika memakai SSD. Selain bisa untuk membawa dokumen yang lumayan lengkap, untuk presentasi dan memiliki papan keyboard yang manusiawi, fungsi internet sangat melekat pada netbook, memang netbook hadir untuk berbagai kemudahan dan tentusaja fungsionalitas harus menjadi tolok ukur utama, selain harga yang selalu bersaing.

Jangan sampai hanya karena speed prosesor dan performans dalam menjalankan task program menjadikan nilai tambahan yang sifatnya negatif, hanya karena kehadiran netbook yang biasanya sudah bundling dengan preinstall OS, yang kadang karena kekurang nekatan saja sehingga harus selalu bergantung pada sistem operasi komputer yang sudah dikenal lama meski dengan performa yang sudah tidak bisa diandalkan lagi. Sehingga banyak cerita tentang kekecewaan menggunakan netbook.

Sistem operasi sebagai ruh dari sebuah perangkat komputer, harus dipilih dengan bijak selain untuk membantu pekerjaan juga mempertahankan semangat untuk bekerja. Semisal netbook yang menjadi lambat karena salah memilih sistem operasi, atau kena virus sehingga menyebabkan hari yang seharusnya indah menjadi hari penuh petaka dan uring-uringan, semata. Piranti Backup menjadi sangat penting, namun apakah harus setiap hari membackup data kita, pilihan cloud computing adalah sebuah solusi namun sejauh mana para pengguna netbook memanfaatkannya, kadang malah belum dengar (lmao).

Bukan berarti dengan preinstalled bundling sistem operasi pada netbook maka kita harus menggunakannya, atau tergantung pada itu. Tidak, karena banyak opsi lain dan sistem operasi yang super keren, apalagi yang masih bundling dengan XP mungkin harus segera berpikir untuk upgrade ke seven dengan biaya tertentu. Tidak harus karena sistem operasi tidak berbayar alias Free dan gratis banyak menjadi pilihan. Sistem operasi netbook yang bisa digunakan dengan mudah dan support dengan mesin berspesifikasi rendah harus diperhitungkan dan selayaknya dicoba, toh dengan netbook tidak mungkin akan mengerjakan sesuatu yang membutuhkan resource besar seperti editing audio visual atau grafis yang membutuhkan spesifikasi high end.

Berikut daftar OS – Operating system yang mutakhir, populer dan patut dipertimbangkan:

Tampilan Sistem Operasi Jolicloud

Jolicloud (Linux, Gratis)

Jolicloud memang dibuat dan dipersiapkan untuk sistem operasi netbook, menggunakan kombinasi antara Linux Debian dan Fedora dilengkapi dengan WINE untuk mensupport aplikasi-aplikasi yang hanya berjalan di Windows. Jolicloud di atur sedemikian rupa sehingga berjalan dengan mulus dan baik pada komputer dengan sumberdaya rendah dan layar kecil. Aplikasi-aplikasi dan ruang penyimpanan berbasis web lebih diutamakan sehingga sangat berbeda dengan tehnologi komputer tradisional yang mengharuskan semuanya ada dalam komputer itu sendiri, sehingga kekurangan ruang penyimpanan data – storage – bisa diatasi dengan menyimpan data pada server besar dukungan Jolicloud. Semua aplikasi berjalan pada fullscreen mode secara default, dan support akan aplikasi-aplikasi baru bisa dilihat pada direktori yang ada. Tim Jolicloud secara istimewa mengatur semuanya termasuk kompatibilitasnya. Jolicloud dapat diinstal bersama dengan semua sistem operasi yang ada, dan untuk windows ada alat khusus untuk menginstalnya secara sangat mudah. Besar file master seperti biasa dengan OS ringan lainnya yaitu 600an MB.

Tampilan Sistem Operasi Windows 7

Windows 7 (Windows Seven, Home Premium seharga 165 USD)

Dengan wajah dan banyak perubahan dari XP dan Vista, Windows 7 berjalan sangat bagus pada komputer netbook, ringan, dan irit baterai karena sistem manajemen power yang diperbaharui. Kelebihan dari Windows 7 adalah terutama tidak harus belajar kembali OS lain, dan hanya sekedar mengintegrasikan kehidupan berbasis Windows anda pada netbook.

Tampilan Sistem Operasi Ubuntu Netbook Remix

Ubuntu (Linux, Free)

Ubuntu Netbook Remix, lihat screencast. Ubuntu bisa berjalan sangat lancar pada komputer dengan suberdaya dan spesifikasi rendah seperti netbook. Ubuntu Netbook Remix menyediakan banyak sekali kenyamanan berkomputer, bukan hanya karena sebuah distro Linux yang sangat populer, namun memberikan pengalaman dalam visibilitas menu, kebebasan, dan pengalaman baru dalam berkomputer. Ubuntu Netbook Remix ini memang dulunya dipersiapkan antara Intel Atom bersama Canonical, dalam projek Moblin sebelum dengan Nokia sekarang, sehingga tidak heran mengapa banyak preinstalled bundling netbook yang berisi UNR.

Tampilan Sistem Operasi Mac OS X pada netbook

OS X (Mac)

Semuanya hampir sama, dalam penginstalan maupun pemakaian sebagaimana OS yang lain, bagi para penggemar Mac pastilah menginstal OS X pada netbook mereka, meskipun Mac tidak bertanggunjawab apabila software Mac tidak berjalan pada sistem non-Apple, namun memang bisa diinstal di netbook apapun, meski tidak boleh protes ketika Wifi atau ada hardware yang tidak bisa berfungsi dengan baik, dan tidak ada support sama sekali dari Apple. Namun ada jalan keluarnya jika ingin melakukannya yaitu dengan memilih netbook yang kompateibel dengan sistem operasi OS X atau Hackintosh, dapat dipastikan bila memang kompatibel maka pasti netbook dengan OS X pasti akan berjalan dengan baik.

Tampilan Sistem Operasi Linux Mint pada netbook

Linux Mint (Linux, Gratis)

Linux Mint adalah distribusi Linux dengan penekanan dan menonjolkan pada fitur aksesibilitas dan segala kemudahan pada pengguna Linux baru. Sangat ringan, fungsional dan jika memerlukan software tambahan maka anda akan dibawa ke Repository Ubuntu yang penuh dengan kemudahan akses. Sangat netbook oriented, dan tentu saja dukungan komunitas yang tidak terbatas untuk memastikan kompatibilitas dan berbagai standar untuk perangkat keras Netbook.

Tampilan Sistem Operasi Crunchbang Linux pada netbook

Chrunchbang Linux (Linux, Gratis)

Crunchbang Linux adalah juga Netbook berbasis linux distribusi Ubuntu secara minimalis dengan tweak yang istimewa untuk kecepatan dan Openbox window manager dan GTK+ applications. Distribusi ini dilaporkan sebagai A Faster Ubuntu, meski tidak harus menggunakan perangkat yang terbaru. Namun seperti biasa untuk membeli perangkat komputer, haruslah juga merencanakan dan cek kompatibilitas hardware dengan sistem operasi yang akan dipakai. Dan semua kelebihan distribusi Linux adalah dukungan komunitas yang antusias dan saling tolong menolong.

Tampilan Sistem Operasi OpenSUSE Linux pada netbook

Open SUSE (Linux, Gratis)

OpenSuse, adalah distro Linux yang besar, berbasis KDE 4.3 dan GNOME 2.28 serta dukungan komunitas bersama Novell yang sangat kuat, memberikan pengalaman baru dalam berkomputer dengan kelebihan-kelebihannya yang fantastis. Seperti biasa seluruh OS sekarang sudah bisa diinstalkan melalui USB flash. Sekarang sudah support Live Update dan dalam versi 11.2 mengikut sertakan YaST Web. Serta tidak kata lain selain untuk mencoba juga distro yang satu ini.

Nggak kebayang dari sekian OS yang mantab untuk Netbook, hanya dua yang non Linux, tapi mengapa masih banyak yang belum berani mencoba opensource yang ternyata handal dan user friendly. Meski kadang opensource memang ada keterputusan dalam kesinambungan dan perkembangan serta komunitas yang kadang menjadi fanatik, toh umur perangkat netbook juga tidak selama pemilu berikutnya kadang. (haha)

Via [Lifehacker dan Sistem Operasi untuk Netbook]

Install OpenOffice 3.20 Ubuntu

Saturday, February 20th, 2010

OpenOffice adalah sebuah software untuk pekerjaan kantor yang free, berlisensi LGPL v.3, opensource dan sudah selama dua puluh tahun dipake oleh banyak orang tentunya. Secara periodik memang software harus update dan melakukan penyempurnaan dalam fitur-fiturnya untuk mengikuti perkembangan tehnologi dan kebutuhan masyarakat. Diantaranya dalam rilis barunya OpenOffice 3.20 adalah loading start up yang lebih cepat 46 persen, namun juga tergantung sistem operasi dan hardware yang dipakai.

Open Document Format (ODF) standar, selalu masih diusung dan wajib untuk di support sesuai dengan formula dari Organization for the Advancement of Structured Information Standards (OASIS). Dukungan untuk Propietary File seperti dalam hal pengenalan proteksi password keamanan dari Microsoft Office 2007, baik word maupun Excel. Dukungan untuk Postscript berdsarkan font OpenType, untuk printing dan eksport ke PDF dan lain sebagainya, menjadi sesuatu penambahan pada rilis ini. Sebagaimana dapat dibaca disini

Masih menunggu agar OpenOffice 3.20 masuk ke PPA Ubuntu, namun secara default mungkin OpenOffice 3.20 ini akan menjadi paketan dalam distribusi Ubuntu Lucid Lynx 10.04 April yang akan datang.

Namun apabila tidak sabar dan ingin segera memakainya untuk bekerja sofware OpenOffce 3.20 dapat diunduh di sini. Juga untuk distribusi sistem operasi yang lainnya.

Install OpenOffice 3.20 di Ubuntu lewat terminal

  • Uninstall OpenOffice yang sudah diinstall:

    sudo apt-get remove openoffice*
  • Unduh OpenOffice 3.20, ekstrak, dan install

    Ubuntu 32 bit


    wget http://download.services.openoffice.org/files/stable/3.2.0/OOo_3.2.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz
    tar -xvf OOo_3.2.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz
    cd OOO320_m12_native_packed-1_en-US.9483/
    sudo dpkg -iR DEBS/

    Ubuntu 64 bit


    wget http://download.services.openoffice.org/files/stable/3.2.0/OOo_3.2.0_LinuxX86-64_install_en-US_deb.tar.gz
    tar -xvf OOo_3.2.0_LinuxX86-64_install_en-US_deb.tar.gz
    cd OOO320_m12_native_packed-1_en-US.9483/
    sudo dpkg -iR DEBS/

    via [OpenOffice 3.20 resmi dirilis]

Install Pidgin di openSUSE 11.2

Wednesday, January 27th, 2010

Berbeda dengan Ubuntu yang menggunakan Pidgin sebagai standar aplikasi program untuk instant messaging (IM), openSUSE memilih untuk menggunakan Kopete untuk IM.

Bagi saya yang pengguna Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan sekarang sedang asyik dual booting dengan openSUSE 11.2, penggunaan Kopete di openSUSE tidak semudah Pidgin di Ubuntu. Itu sebabnya muncul keinginan untuk install Pidgin di openSUSE 11.2 yang saya gunakan.

  • Setelah mencoba ngoprek sana-sini akhirnya ketemu juga jalannya. Goto YaST >> Softwares Repositories, lalu klik Add.

  • Setelah itu akan muncul jendela, Pilih Specify URL >> Next

  • Lalu isikan
  1. Repository Name : Anubisg1
  2. URL : http://download.opensuse.org/repositories/home:/anubisg1/openSUSE_11.2

  • Langkah berikutnya, Goto YaST >> Software Management. Lalu ketik pidgin di kotak search. Setelah itu klik kotak pidgin lalu klik Accept.

  • Lalu klik C ontinue.

  • Tunggu proses sampai selesai.

Setelah selesai anda bisa langsung menggunakan dengan Goto >> Applications >> Internet >> Chat >> Pidgin.

Selamat mencoba…  :D

How To Fix GRUB Bootloader Using Super GRUB Disk

Wednesday, December 2nd, 2009

Ketika awal-awal mencoba Ubuntu (Ubuntu 9.4 Jaunty Jackalope) saya mengalami problem dengan GRUB Bootloader. Apalagi waktu itu saya masih mencoba dual booting dengan Windows XP. Akhirnya diputuskan untuk memerdekakan diri dari Windows XP dan hanya menggunakan Ubuntu 9.4 Jaunty Jackalope.

Problem GRUB juga sempat muncul ketika saya mencoba bereksperimen dengan melakukan dual booting Ubuntu 9.4 Jaunty Jackalope dengan Puppy Linux. Untungnya setelah oprek sana-sini, problem bisa teratasi.

grub-ubuntu-9.10Setelah sukses melakukan upgrade ke Ubuntu 9.10 Karmic Koala, saya mencoba kembali bereksperimen dengan melakukan dual booting Ubuntu 9.10 Karmic Koala dengan openSUSE 11.2 yang juga baru saja direlease tak lama setelah Ubuntu 9.10 Karmic Koala.

Masalah GRUB ternya ta muncul kembali ketika proses install openSUSE 11.2 selesai dilakukan. Proses booting openSUSE 11.2 melalui Ubuntu 9.10 Karmic Koala ternyata gagal. Setelah oprek sana-sini akhirnya booting berhasil juga dilakukan namun muncul masalah baru, Firefox tidak bisa dijalankan walaupun di Network Manager koneksi internet terlihat telah terkoneksi melalui Wifi router.

Tidak puas dan penasaran dengan kondisi yang ada, sambil terus putar otak tiba-tiba teringat oleh saya diskusi kecil yang terjadi dengan Bonny Kurniawan seorang penggiat Linux kota hujan Bogor. Dalam diskusi yang terjadi saat berlangsungnya Release Party openSUSE 11.2, saya menanyakan kepada Kang Bonny bagaimana cara mudah untuk melakukan dual booting. Singkat saja jawaban beliau, “pakai Super GRUB Disk, bukan cuma dual booting, triple booting bahkan lebih juga bisa…”.

Teringat kata kunci tersebut, langsung saja proses penyelidikan dan penyidikan (halaaahhh… kayak Kabagreskrim aja… :D ) akhirnya dikembangkan lebih meluas melalui google dengan target operasi adalah Super GRUB Disk. Proses ini membawa pada sebuah temuan tool yang direkomendasikan mampu menyelesaikan masalah GRUB.

Super GRUB Disk 0.9799 adalah sebuah tool yang digunakan untuk booting baik melalui CD/DVD ataupun USB. Ada beberapa pilihan perintah yang bisa digunakan untuk memperbaiki masalah GRUB sesuai dengan kebutuhan. Untuk mendapatkannya bisa dilakukan pengunduhan disini. File yang diunduh berupa file iso yang kemudian dibakar kedalam keping CD/DVD.

Setelah proses pengunduhan dan pembakaran selesai, langsung coba untuk digunakan dan ternyata Super GRUB Disk adalah sebuah tool yang sangat user friendly untuk digunakan. Untuk melihat tampilan antar mukanya, anda bisa melihat skrinsot-nya disini. Cara menggunakannya ikuti saja petunjuk yang ada sesuai dengan kebutuhan anda. Setelah proses perbaikan GRUB selesai dilakukan, lakukan reboot tapi jangan lupa untuk mengeluarkan CD Super GRUB Disk agar langsung booting dari distro pilihan anda. Tidak hanya dual booting sesama distro linux, tersedia pula pilihan dual booting dengan Windows XP bagi mereka yang masih belum bisa memerdekakan diri dari penjajahan Microsoft Windows.

Yang jelas berkat Super GRUB Disk, proses dual booting Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan openSUSE 11.2 akhirnya bisa terkolaborasi dengan baik.

Selamat mencoba….

Mengembalikan Sound Yang Hilang Setelah Upgrade Dari Ubuntu 9.4 ke Ubuntu 9.10

Saturday, November 28th, 2009

Kehadiran Ubuntu 9.10 memang ditunggu-tunggu oleh para Ubuntuers. Maka tatkala Ubuntu 9.10 resmi di-release, kontan semua server penyedia diserbu para Ubuntuers yang tak sabar menunggu kiriman shipit Ubuntu.

Sayangnya justru muncul masalah ketika dilakukan upgrade ke Ubuntu 9.10. Banyak keluhan yang muncul disebabkan oleh hilangnya suara (sound) akibat upgrade. Anehnya masalah ini tidak muncul di versi 9.10 Beta.

Akibatnya, Ubuntuforums diserbu para Ubuntuers yang mengadukan masalah hilangnya sound setelah upgrade ke Ubuntu 9.10 termasuk saya salah satunya yang mengalami masalah tersebut.

Seperti biasa, berangkat dengan semangat kenekatan, kepenasaranan (halaaaahhh…) dan kegeraman dilakukanlah oprek-oprek dengan jurus-jurus dewa mabuk yang ngawur dan melawan akal sehat (emang gak pernah sehat.. (lmao) ).

Rupanya keberuntungan berpihak pada saya (sama sekali bukan karena pinter.. (doh) ). Satu jurus ngawur yang cenderung frustasi dikeluarkan dengan melakukan lewat terminal :

sudo apt-get remove pulseaudio

Setting suara cukup hanya dengan menggunakan Gnome Alsa Mixer. Klik unmute “Surround”, dan set ke maximal lalu exit. (banana_rock)

Yaaa…, memang konyol.., dengan menghilangkan pulseaudio. Tapi ternyata jurus tersebut berhasil dan akhirnya suara (sound) muncul kembali dengan sehat wal’afiat. (goodluck)

Cara Mudah Update Firefox Dengan Ubuntuzilla di Ubuntu 9.10 Karmic Koala

Sunday, November 8th, 2009

Jika anda pengguna Ubuntu 9.10 Karmic Koala dengan browser Firefox, coba anda buka Firefox lalu klik Help maka dalam dialog box yang muncul anda akan mendapatkan Check for Updates dalam keadaan tidak bisa diklik. Ini berarti proses updates Firefox tidak bisa dilakukan secara otomatis. Sementara keinginan untuk mendapatkan update guna meningkatkan kinerja browser menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda.

Untuk mensiasatinya, gunakan jurus ubuntuzilla untuk mendapatkan informasi update terbaru Firefox. Caranya : (more…)

Cara Lain Menambah Font di GIMP Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope

Thursday, September 17th, 2009

Setelah mencoba menambah font di GIMP dengan cara ‘borongan’ melalui Terminal seperti yang telah diulas pada postingan terdahulu, masih ada cara lain lagi untuk menambah font di GIMP.

Berbeda dengan cara sebelumnya, penambahan font kali ini tidak dilakukan dengan cara borongan tapi dengan menambahkan font satu persatu. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Cari sumber font yang akan diinstall, salah satunya bisa anda dapatkan disini. Lalu pilih jenis font yang akan diinstall. Klik download file berupa file zip dan save di GIMP >> fonts.

font-9

Untuk melakukan penyimpanan file, arahkan penyimpanan ke Home Folder >> Directory anda (nama anda/laptop anda).

font-1

Lalu tekan Control+H untuk menampilkan hidden file.

font-2

Setelah hidden file muncul, go to .gimp-2.6 >> fonts untuk menyimpan file yang diunduh.

font-3

Selesai proses pengunduhan, go to Places >> Home Folder >> Directory anda (nama anda/komputer anda),

font-5

tekan Control+H untuk menampilkan hidden file.

font-6

Lalu go to .GIMP-2.6 >> fonts, klik kanan pada file zip yang sudah terinstall lalu klik extract here.

font-7

Proses install font selesai.

Ulangi cara ini jika anda ingin menginstall karakter font yang lain.

Anda bisa melihat font yang sudah terinstall dengan go to Applications >> Graphics >> GIMP Image Editor >> Windows >> Dockable Dialogs >> Fonts, lalu klik dan akan muncul dialog box yang berisi daftar font.

font-8

Selamat ber-GIMP… (goodluck)

Install Linux Kernel 2.6.31 di Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope

Monday, September 14th, 2009

Pengembangan terhadap Linux Kernel nampaknya terus dilakukan oleh para pengembang kernel Linux. Salah satu keunggulan Ubuntu 9.10 Karmic Koala adalah penyempurnaan yang dilakukan terhadap Linux Kernel yang diproyeksikan akan menggunakan standar Linux Kernel 2.6.31.

Dalam tahap pengembangan yang saat ini telah memasuki Alpha 5 per tanggal 3 September 2009, Ubuntu 9.10 Karmic Koala telah dipersenjatai dengan Linux Kernel 2.6.31.5. (more…)

Install GIMP 2.7.1 di Jaunty dan Karmic Koala

Monday, September 14th, 2009

Selangkah menuju GIMP 2.8 yang stabil, sudah ada rilis GIMP 2.7.0. Namun perlu dicamkan bahwa rilis ini belum stabil dan silahkan membaca GIMP 2.7 release notes. List komplit tentang perubahan yang ada bisa didapatkan dalam NEWS, silahkan dibaca sendiri. Kode sumber bisa di unduh langsung dari ftp.gimp.org. (headspin)

Untunglah, pada repository di PPA, versi GIMP 2.7.1 ini sudah disiapkan dan siap untuk di instal pada Ubuntu. Cukuplah dengan kopas mantera di bawah ini untuk kemudian dijalankan di terminal untuk menambahkan Personal Package Archive (PPA) Launchpad repository.

Untuk Ubuntu Jaunty Jackalope:

sudo sh -c “echo ‘deb http://ppa.launchpad.net/matthaeus123/mrw-gimp-svn/ubuntu jaunty main’ >> /etc/apt/sources.list”

Untuk Ubuntu Karmic Koala:

sudo sh -c “echo ‘deb http://ppa.launchpad.net/matthaeus123/mrw-gimp-svn/ubuntu karmic main’ >> /etc/apt/sources.list”

Kemudian untuk keduanya sama saja dalam menambahkan kunci GPG:

sudo apt-key adv –recv-keys –keyserver keyserver.ubuntu.com 405A15CB

Setelah itu untuk mengupgrade menjadi GIMP 2.7.1:

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

Jika anda mendapatkan pesan error seperti ini:
“gimp-2.7: error while loading shared libraries: libgegl-0.1.so.0: cannot open shared object file: No such file or directory”

Maka harus menginstall libgegl, dengan manteranya seperti di bawah ini:

sudo apt-get install libgegl-0.0-0

GIMP 2.7.1

GIMP 2.7.1

Sebagai informasi tambahan bahwa GIMP adalah singkatan dari GNU Image Manipulation Program, Sebuah program yang bebas didistribusikan untuk digunakan dalam memperbaiki atau mengotakatik foto, membuat dan mengkomposisi gambar. GIMP dapat digunakan sebagai alternatif Photoshop dan bisa dijalankan di sistem operasi Windows, Linux maupun Mac. (banana_cool)

Jika ingin menggunkan GIMP pada windows dapat langsung mengunduh di sini (haha)

Install OpenOffice.org 3.1.1 di Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope

Thursday, September 10th, 2009

Seperti telah diulas pada artikel sebelumnya, salah satu penyempurnaan pada Ubuntu 9.10 Karmic Koala adalah dengan meng-upgrade OpenOffice.org versi 3.0 yang terdapat di Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope menjadi OpenOffice.org versi 3.1.

Walaupun demikian, proses upgrade OpenOffice.org versi 3.0 ke OpenOffice.org versi 3.1 ternyata juga sudah bisa dinikmati di Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope tanpa harus menunggu final release Ubuntu 9.10 Karmic Koala. (more…)