Posts Tagged ‘LinuxMint’

Menulis Arab di OpenOffice Writer

Sunday, October 4th, 2009

Beberapa waktu yang lalu, ketika lagi rame membahas Sabily 9.04. Ada beberapa pertanyaan : “apakah bisa buat nulis arab?”

Ndak tau Sabily ada applikasi khusus buat nulis arab ato ndak. Ubuntu, Linuxmint dan yang lain bisa saja buat nulis arab di openoffice writernya.
(more…)

Bermain-main background grub dengan grub-gfxboot di LinuxMint

Friday, August 28th, 2009

Saya bermain-main grub-gfxboot ini di LinuxMint, salah satu distro Linux yang sejak paket perdananya sudah dilengkapi dengan grub-gfxboot. Letaknya ada di /boot/gfxmenu/ dengan dua pilihan yaitu DEW, yang file-nya ada di /boot/gfxmenu/linuxmint.message, tampilannya seperti pada gambar sebelah kiri, dan STRIPED, yang file-nya ada di /boot/gfxmenu/striped.message, tampilannya seperti pada gambar sebelah kanan.

dew-and-striped

Pemilihan mana yang akan digunakan bisa diatur di /boot/grub/menu.lst. Coba edit file tersebut dari terminal:

~$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Nanti akan terbuka jendela gedit. Simak bilamana ada tulisan seperti ini:

## Graphical boot menu location
gfxmenu=/boot/gfxmenu/linuxmint.message

Silahkan ganti /boot/gfxmenu/linuxmint.message dengan /boot/gfxmenu/striped.message, maka tampilan background grub akan berubah sesuai file-file yang ada pada striped.message.

Pengin ganti gambar??? Caranya gampang! (bringit)

Silahkan tilik dulu file-file yang ada di /boot/gfxmenu/. File linuxmint.message dan stripes.message itu sepertinya file arsip biasa. Klik kanan dan lihat properties salah satu file itu. Ketahuan bahwa itu adalah file arsip cpio, yang dibuat dengan aplikasi pengarsipan cpio yang biasanya sudah disertakan dalam paketan distro Linux.

Copy salah satu file itu misalnya linuxmint.message dan taruh di sembarang folder, misalnya di /Desktop/. Klik kanan dan extract here! Hasilnya adalah folder linuxmint.message_FILES. Di dalam folder itu ada file gambar dengan nama back.jpg. Ukurannya 800×640 pixel. Hapus saja file itu dan cari gambar lain yang sedulur suka. Rename menjadi back.jpg dan masukkan ke dalam folder linuxmint.message_FILES. Jadikan kembali file arsip cpio dengan cara (mengikuti contoh letak file, bisa ke nama asli atau menjadi sembarang nama):

~$ cd Desktop/linuxmint.message_FILES
~$ sudo -s
~# ls . |cpio -o > kreasiku.sendiri

Untuk keamanan, lebih baik file kreasiku.sendiri itu dipindah saja ke folder yang untuk mengutak-utiknya butuh root privileges. Atau, langsung saja arsipkan ke folder asal dengan cara:

~# ls . |cpio -o > /boot/gfxmenu/kreasiku.sendiri
~# exit

Setelah itu edit lagi:

~$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Ganti:

gfxmenu=/boot/gfxmenu/linuxmint.message

Dengan:

gfxmenu=/folder/kreasiku.sendiri

Bila diarsipkan di folder asal, berarti diganti seperti ini:

gfxmenu=/boot/gfxmenu/kreasiku.sendiri

Tutup terminal > restart… dan nikmati gambar kreasi sedulur sekalian tampil sebagai latar belakang grub!

Berikut ini kreasi saya dan Diki:

grub-gfxboot kreasi Diki dan Andy

Tips and Trick:

  • Bila komputer sedulur menggunakan widescreen, misalnya 1280×800 pixel, ada baiknya edit dulu menggunakan GIMP dan resize gambar yang sedulur suka secara proporsional sesuai lebar layar, selanjutnya scale secara tidak proporsional menjadi 800×640 pixel. Preview-nya mungkin kelihatan kurang bagus, namun sebagai background grub akan tampil secara proporsional.
  • Bila belum ada aplikasi pengarsipan cpio, silahkan ambil di http://gnu.org dan install. Untuk mengetahui cara menggunakannya, tilik dari terminal: ~$ cpio --help.
  • Bila sedulur sekalian menggunakan Ubuntu atau Blankon, silahkan ikuti cara yang ditunjukkan sedulur Muhidin di sini

..::tulisan ini juga dipublikasikan di: http://andy.web.id::..

Koneksi Modem CDMA SpeedUp 3G SU-6200U di LinuxMint

Friday, August 21st, 2009

Berbagi pengalaman oleh: AndyMSE

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan hadiah Paket Kartu IndosatM2 Truff dari Mursid, seorang blogger Bengawan. Kartu itu adalah kartu koneksi internet CDMA prabayar. Berhubung Mursid juga mendapatkannya sebagai hadiah, padahal tidak punya perangkat modem CDMA, daripada tidak dimanfaatkan diberikanlah kepada saya. Tentu saja saya senang sekali. Saya membayangkan, bisa melakukan koneksi internet yang cukup lancar melalui hape Nokia 6225 milik Bu Noor dengan menggunakan kabel DKU-5, atau menggunakan Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U yang ada pada saya, bekasan dari Bu Upik yang sekarang tidak digunakan lagi karena patah antenanya.

Masalahnya… Hape Bu Noor tentu saja tidak bisa saya gunakan setiap saat, sedangkan Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U itu tidak ada drivernya karena CD driver bawaannya hilang entah kemana.

Nah, semalam 20/08/2009, saya mencoba menggunakan Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U di Linux Mint untuk melakukan koneksi internet.

Ketika modem dicolok ke USB dan membuka terminal untuk mengetikkan ~$ lsusb ternyata modem terdeteksi sebagai Huawei  Technologies Co., Ltd. E620 USB Modem.. (woot) 

mendeteksi dengan lsusb

Segera saja dilakukan setting WvDial dengan mengetik ~$ sudo gedit /etc/wvdial.conf dan membuatkan “Dialer” baru –dalam contoh menggunakan nama truff–. Jujur saja, saya tidak tahu semua arti dari kode-kode itu karena hanya niru dari “Dialer” yang sudah ada dan merubah sedikit saja. Yang saya tahu hanya AT+CRM=1 adalah extra setting yang biasa digunakan untuk koneksi modem CDMA, Modem type sudah jelas, Baud untuk memasukkan kecepatan maksimal, Modem menunjukkan letak modem, dan yang paling penting adalah Phone = #777, selanjutnya username dan password.

-*wvdial.conf(-etc)-gedit

Setelah selesai, konfigurasi tersebut disimpan dan ditutup untuk kembali ke terminal. Untuk melakukan konksi internet,  cukup dengan memanggil Dialer dengan mengetikkan ~$ sudo wvdial truff dan setelah menunggu sebentar, tersambunglah ke internet.

sudo wvdial truff

Untuk mengakhiri koneksi, tekan Ctrl+C, untuk menutup terminal tekan Ctrl+D atau Alt+F4

Sebelum berselancar kemana-mana, karena Kartu Truff itu masih baru, harus dilakukan aktivasi dimana khusus untuk aktivasi ini username yang digunakan adalah indosatm2@indosatm2 dengan password prabayar. Setelah aktivasi selesai,  segera disconnect dan reconnect dengan username dan password yang baru didaftarkan. (banana_cool)

Ketika saya akan mengakhiri sesi berinternet-ria, tak sengaja nge-klik ikon network connection di panel… Bhadala… (bigeyes) Ternyata saya telah melakukan langkah sudo-sudoan yang membingungkan padahal sudah disediakan langkah yang lebih mudah.  Ada “Auto Mobile Broadband (CDMA) connection” di situ.

auto-cdma-connection-click-saja

Langsung saja disconnect  untuk benar-benar mengakhiri sesi berinternet-ria untuk mencoba cara koneksi yang berbeda.

Klik kanan ikon network connection di panel > Edit Connections > Mobile Broadband > klik Auto Mobile Broadband (CDMA) connection > klik Edit.

auto-cdma-edit-connection

Di sini hanya perlu memasukkan dialing number yaitu #777, username dan password.

edit-cdma-connection

Tutup dengan cara klik Apply dan selanjutnya klik ikon network connection di panel > klik Auto Mobile Broadband (CDMA) connection dan tunggu beberapa detik saja.

established

Naaaaaaaaaaaa…. sudah konak konek kan??? (banana_rock)

Untuk mengakhiri koneksi, klik ikon network connection di panel > klik disconnect di bawah Auto Mobile Broadband (CDMA) connection.

Oh ya, Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U itu bentuknya seperti ini. Antenanya yang patah telah diganti dengan seutas kawat berisolasi dengan diameter dan panjang tertentu (yang hijau itu lho!).

speedup-su-6200u

Sebagai sebuah teknologi, dibandingkan dengan GSM, ternyata CDMA tidak bisa dipandang sebelah mata.  Kecepatan koneksinya lumayan, dan lebih stabil dibandingkan GSM. Sayangnya, sebagai sebuah modem, Speed@Up 3G SU-6200U itu suka panas bila digunakan terlalu lama… Dulu, pernah beberapa kali  panas dari modem itu merusak RUIM yang digunakan, bahkan sampai melengkung.

kartu-melengkung

Herannya, lebih dari 4 jam saya gunakan untuk berbagai keperluan berinternet yang normal sebagaimana biasa saya lakukan, Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U itu hanya menghangat biasa saja di Linux Mint

(panic) jangan-jangan ada penunggunya… (ninja)

———

Silahkan simak juga:

Windows Imperialism

Monday, July 20th, 2009

linux vs windows“Apalagi ini?” Tentu pertanyaan ini muncul ketika membaca judul postingan di atas. Yang pasti ada penjelasan yang masuk akal atas judul tersebut terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahasan tentang imperialisme bukan sesuatu yang baru bagi yang sudah pernah berkunjung dan membaca salah satu artikel utama serta beberapa postingan lain di blog ini.

(more…)