Solve With IT

25/08/2009

Install HP Laserjet P2015N di Linux Ubuntu

Filed under: Ubuntu — Tags: , , , , , — suryaden @ 03:18

Sekedar sharing saja, kebetulan baru saja kantor membeli sebuah Printer Laser Jet HP P2015N, sebuah printer network, colokannya pake RJ 45 namun pake USB juga bisa, anehnya Windows 2003 Server 64 bit malah nggak mendukung printer ini secara network. Kupikir cuman Ubuntu saja yang terkena diskriminasi driver, eh jebul windows 2003 Server malah mendiskriminasi printer ini.

Beginilah yang saya lakukan, langsung cabut ke websitenya HP, cari disana dan benar tidak ada driver untuk printer ini secara pabrikan, kemudian disarankan untuk menuju ke situs HP Linux Imaging and Printing dan oh ternyata situs ini juga buatan Hewlett and Packard tapi versi opensource sehingga jika ada sesuatu pabrikan HP tidak bisa dituntut pertanggungjawaban. Maklum lah kalau begitu.

Jogloabang HP Laserjet P2015N by Suryaden

Langkah 1. Langsung saja download printer driver HP Laser Jet P2015 N lebih tepatnya di sini.

Langkah 2. Setelah selesai download dan pastikan disimpan di desktop. buka terminal, kemudian ketikan sh hplip-3.9.6.run (enter) seperti di gambar:

Langkah 3. Pilih tipe instalasi:

Langkah 4. Pilih disribusi Ubuntu :

Langkah 5. Pilih untuk mengaktifkan LPT, biasanya cuekin aja, udah nggak jamannya LPT lagi…

Langkah 6. Masukkan root password anda…

Langkah 7. Baca petunjuk installasi, biasanya enter aja deh…

Langkah 8. Pendeteksian jika ada yang kurang…

Langkah 9. Jika ada sistem yang kurang maka akan dilengkapi dengan pendownloadan otomatis.

Langkah 10. ./configure’ dan ‘make’ akan dijalankan

./configure menyiapkan HPLIP untuk installasi sebagaimana data sistem yang diberikan juga dependensi yang tersedia untuk HPLIP.

‘make’ kemudian di jalankan. Mengkompilasi (“builds”) HPLIP untuk komputer anda.

Langkah 11. Menjalankan ‘Make Install’

Menggunakan “HP Setup” untuk mengkonfigurasi printer

Langkah 12. Pilih bagaimana printer akan terkoneksi dengan Ubuntu kita…

Langkah 13. Pilih printer yang akan di konfigurasi, tergantung juga jenis koneksinya…

Langkah 14. Pilih moda PPD untuk printer anda (direkomendasikan)

Langkah 15. Masukkan informasi Printer

Langkah 16. Konfirmasikan Setting Printerr, dan Klik Finish setelah rampung instalasi printer.

Demikianlah informasi sharing ilmu install printer HP Laserjet P2015N di Ubuntu yang saya dapatkan petunjuknya dari sebagaimana kebingungan dan kenekatan saya. Semoga bisa menambah pengalaman dan tentunya ini saya posting agar saya tidak lupa… :D juga untuk support Mengembalikan jati diri bangsa dan Stop Dreaming Start Action tentunya :lol:

Posting pertama di Install HP Laserjet P2015N di Ubuntu | Stop Dreaming Start Action.

23/08/2009

migrasi ke ubuntu sabily.

Filed under: Informasi, Motivasi — Tags: , , — omagus @ 10:12

Ubuntu…!

ubuntu logo 3dAkhirnya aku jatuh cinta kepadamu, Setelah beberapa tahun yang lalu aku mengenal komputer. Aku sendiri tidak pernah namanya menjamah linux cs. Walaupun tahu kadang hanya sekedar melirik saja. Dan tanpa ku sadari sekian tahun itulah aku merelakan mataku ini memelototi sofware bajakan dan hasi cracking yang terlukis di monitor. Mulai dari X3 yang sering kupakai. Sampai cs3 yang sering menemaniku di rumah dan di kantor. Tanpa sadar telah kugadaikan sebuah moral untuk sebuah bajakan. (more…)

20/08/2009

semua ini hanyalah masalah moral

bias-tegaralagaSudah lama aku merencanakan untuk meng’opensource’kan leptopku, namun karena satu hal dan lainnya terpaksa aku mengurungkan niatku. Namun kejadian malam itu saat kopdar bersama komunitas bengawan membuatku sadar. Malam itu ada sebuah pertanyaan dilontarkan seorang anggota komunitas kepada mas Andy, “kenapa memakai ubuntu?”, lalu mas Andy pun menjawab, “semua ini hanyalah masalah moral“.

Aku yang saat itu berada didekat mas Andy langsung sadar, perkataanya yang kecakot-cakot itu langsung menggena. Ketika dihadapkan pada sistem operasi aku tidak terlalu kena, karena sistem operasi Windows Vista yang aku gunakan berlisensi. Namun ketika dihadapkan pada software aplikasi aku jadi malu sendiri, ternyata moralku belum baik-baik banget, mulai dari Adobe Desain Premium CS3, Microsoft Office 2007, Corel X4, AntiVirus, bahkan sampai TuneUp Utilities 2009 pun hasil crack-crack’an. Hampir 90% software yang aku gunakan adalah software yang ilegal, dan itu tradisi yang sudah aku pelihara sejak 3 tahun memegang alat bernama komputer tersebut.

Sebenarnya ini hanyalah masalah legal dan ilegalnya sebuah software, kalaupun softwarenya itu bukan opensource namun software itu legal itu tidak masalah. Kalau ada program legal yang gratis ngapain harus bayar jutaan rupiah….??? Bukan berarti aku membenci Microsoft, aku sangat kagum akan strategi dagang Microsoft yang mampu merajai pangsa pasar sistem operasi, bahkan sampai saat ini. Mereka menutup kode sumbernya karena mereka juga butuh uang untuk menggaji programmernya, kalu kode sumbernya dibuka darimana mereka dapat uang karena setiap orang berhak memcopy paste kodenya. Namun bukan berarti juga opensource adalah identik dengan kata gratis…

Opensource tidaklah gratis kawan, namun sebagian orang beranggapan kalau segala sesuatu yang menyangkut opensource itu gratis. Opensource adalah sebuah program yang kode sumbernya dibuka, sehingga setiap orang berhak mengeditnya, menyempurnakannya, melaporkan bug-bugnya maupun menambahi hal yang dirasa kurang dengan tetap menyertakan penulis kode pertamanya. Menurutku itulah yang membuat perkembangan opensource sangat pesat, karena ada ribuan programmer diseluruh dunia yang siap membantu perkembangan program tersebut. Siapa sangka dengan industri opensource mampu membuat multimilyuner perusahaan seperti Novell (OpenSuse), Canonical (Ubuntu) dan lain sebagainya. Boleh saja programmer opensource menetapkan harga untuk program yang dia tulis dan menjualnya keperusahaan-perusahaan seperti diatas, karena programmer juga manusia, butuh makan, tempat tinggal, rokok, maupun untuk mengkoneksikan komputernya ke internet.

Kembali keleptop, sebenarnya kejadian aku meng’opensource’kan leptopku adalah sebuah kejadian yang benar-benar tidak sengaja. Aku mendapat pinjaman OpenSuse dari temenku, aku pengen nyobain juga rasanya pake OpenSuse. Setelah proses instalasi selesai, grub pun sukses mendetect Windows Vista dan OpenSuse. Setelah puas memperawani OpenSuse aku pun berniat untuk login ke Windows karena aku rasa OpenSuse terlalu kaku, tidak seperti Ubuntu. Namun winload.exe cannot load… wadepak…….!!! entah karena apa Windows Vista gagal booting, bahkan belon sampe POST. Karena tingkat frustasi yang lagi tinggi aku langsung format Windows dan OpenSusenya, kuganti dengan Ubuntu 8.10 *kiriman dari shipit*, dengan tetap meninggalkan data-data dan file multimedia *dunia hampa tanpa music*. Aku sadar aku nantinya akan direpotkan akan kompabilitas software pihak ketiga yang tidak menjadi masalah kalau aku memakai Windows, namun tidak apa-apalah, semua itu butuh proses, pembelajaran memang membutuhkan pengorbanan.

Aku hanya mempunyai sebuah impian yang agak gila kelak, seandainya saja industri close source seperti Microsoft bisa membantu penilitian untuk industri opensource seperti linux pastinya akan sangat menakjubkan, walaupun hanya sekedar donasi. Sehingga tidak ada lagi perpecahan diantara sesama industri pengembang perangkat lunak tersebut. Bayangkan saja andaikan 2 industri diatas bisa bersatu, dengan sumber daya manusia yang dimilikinya, dengan teknologi yang dimilikinya, dunia akan menjadi lebih baik dengan teknologi yang diusung mereka. Huh sebuah impian yang gila memang, namun bukanlah semua kenyataan berawal dari sebuah impian…

Ubuntu Linux for Human Being…

tulisan asli ada di: www.tegaralaga.com oleh Bias Tegaralaga

Ubuntu One, Online free 2GB Storage untuk Ubuntu OS

Kabar gembira untuk para pengguna Linux Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope bahwa ada satu lagi produk baru dari Canonical yaitu layanan file sharing Ubuntu One. Ubuntu One membuktikan keseriusan distro Ubuntu dalam mengembangkan era cloud computing, sekaligus mengirit space sehingga ada file-file yang tidak memerlukan Mbah Surip untuk mengendong kemana-mana, enak to, enteng to, sekaligus bisa berkolaborasi dengan teman untuk bisa menggunakan, membaca atau apapun enak banget to, gratis to…, memang ada 2 jenis layanan gratis dan berbayar, untuk layanan gratisnya space ruangan hingga 2 gigabytes, dan untuk yang membayar 10 USD perbulan mendapatkan space ruangan sebesar 10 GB, memang masih jauh dengan layanan si om gugel yang gratisnya saja 6 gigabytes kalo nggak salah, maklum saya bukan intelijen yang handal. (more…)

17/08/2009

Bikin Chrome LinuxMint7 cara gue!

Filed under: Browser,LinuxMint — Tags: , , — pradnaspot @ 10:15

Membaca tulisan Chromium kang Andy MSE, tentulah sebagai pemula di linux, pengen menerapkan ilmu yang di dapat.

segera saja saya ketik di Terminal :
sudo apt-get install chromium-browser

ternyata yang muncul :
E: Couldn't find package chromium-browser
(more…)

10/08/2009

Mengembalikan Grub

Filed under: LinuxMint,Ubuntu — Tags: , , , — pradnaspot @ 11:15

Ini sering jadi masalah buat saya yang 1 partisi hardisknya memang diluangkan buat mencoba distro-distro baru. Sering Grub Ubuntu / Linux Mint Gloria (sekarang) ketimpa distro baru.
Ada 2 jalan yang menjadi andalan saya untuk mengembalikan GRUB.

=> Gunakan LiveCD Ubuntu atau Linux Mint, sama saja. Masuk ke desktop LiveCD, buka terminal. Masuk sebagai root dengan mengetikkan :
$sudo su

1. Ketikkan (masih di terminal, tadi):
#grub
(more…)

08/08/2009

Install Puppy Linux Dual Booting on Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope

Filed under: Puppy Linux,Ubuntu — Tags: , , , — Love4Live @ 16:09

Puppy Linux adalah salah satu distro Linux yang cukup unik dengan manajemen sistemnya yang ramping dan mungil seukuran 100MB yang memungkinkan diinstall pada perangkat USB flash disk.

Dengan didukung oleh browser SeaMonkey yang menggunakan basis manajemen sistem yang sama dengan Mozilla Firefox menjadikan Puppy Linux sebuah Operating System yang handal tidak kalah dengan distro Linux yang lain.

Tak hanya itu, kedahsyatan yang dimiliki ternyata sangat berguna untuk komputer-komputer jadul (tua) yang masih berbasis pentium 3 dengan hardisk memory yg tidak terlalu besar. Dengan sifatnya yang portable Puppy Linux ternyata diciptakan untuk mampu bergaul akrab dengan Operating System yang lain.

Kemampuan ini terlihat ketika saya mencoba menginstall Puppy Linux dalam satu hardisk bersebelahan dengan Ubuntu 9.04 Jaunty Jacaklope yang sudah terlebih dulu terinstalasi.

Berikut ini langkah instalasi Puppy Linux yang dilakukan. (more…)

20/07/2009

Windows Imperialism

linux vs windows“Apalagi ini?” Tentu pertanyaan ini muncul ketika membaca judul postingan di atas. Yang pasti ada penjelasan yang masuk akal atas judul tersebut terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahasan tentang imperialisme bukan sesuatu yang baru bagi yang sudah pernah berkunjung dan membaca salah satu artikel utama serta beberapa postingan lain di blog ini.

(more…)

14/07/2009

Mencuri 17 Juta Rupiah

Filed under: Informasi, Motivasi — Tags: , , — pradnaspot @ 22:40

Beberapa waktu silam, di satu counter penjualan software dan game bajakan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di kota ini, saya sempat bertanya harga DVD ADOBE CS3 Design Premium. Satu keping DVD bajakan yang memuat program-program top class dari Adobe ini dihargai 40 ribu. Sebagai jelata jumawa, 40 ribu adalah jatah makan nyaris 3 hari. Jadi harga segitu masih terlalu mahal untuk 1 keping DVD bajakan.

Lama berselang, saya mendapati di “Liputan Harga Pasar” Tabloid PC Mild edisi 13/2009, harga sesungguhnya dari Adobe CS3 Design Premium tersebut adalah $1798. Mudahnya dikurskan dengan $1=Rp.10 ribu, berarti harga software design itu adalah 17,98 juta-an.

Dengan harga seperti itu, 40 ribu terasa seperti membeli obeng,linggis dan kunci-kunci lain seharga 40 ribu bisa menggondol hasil jarahan 17 juta.
(more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress