Posts Tagged ‘linux mint’

chat facebook via Jabber protocol

Saturday, February 20th, 2010

Extensible Messaging dan Presence Protocol yang sangat dikenal dengan XMPP, muncul dari komunitas opensource Jabber pada tahun 1999. Jadi istilah Jabber dan XMPP kadang membingungkan karena sering dipakai secara bergantian, maklum karena sumbernya sama. Bahwa tehnologi ini diciptakan oleh Jeremie Miller pada tahun 1998. Karena perjalannanya dalam menggarap empat klien yang berbeda maka dia memutuskan untuk meng-opensource-kan saja protokol ini, agar setiap orang bisa memahami, membangun kebebasan berbicara dan bisa mendevelop tehnologi pesan instan sendiri yang:

Open – terbuka
Siapapun bisa membangun Jabber sendiri dengan spesifikasi dan standar tehnologi yang terbuka
Desentralisasi
Siapapun boleh mendirikan server sendiri dan interkoneksi dengan server yang lainnya
Secure – aman
Fitur enkripsi, otentikasi dan identifikasi yang handal untuk memastikan kerahasian, proteksi privasi dan mencegah spam
Fleksible
Jaber atau IM yang sama bisa untuk pertukaran data yang terstruktur

Dengan kata lain bukan tertutup, tidak aman, tidak mudah, tersentral, dan berhak paten. Saat Jeremie merilis server pertamanya pada tanggal 4 Januari 1999, komunitas opensource langsung merespon dan berkontribusi dengan menyediakan klien, komponen server, dan pustaka kode. Untuk saling berkomunikasi melalui internet, entitas ini menggunakan protokol XML pada umumnya pada kabel, yang kemudian dikenal sebagai Extensible Messaging and Presence Protocol atau XMPP, dan sisa cerita ada di sini

Itu saja perkenalan tentang XMPP bagi yang belum kenal, langsung dicomot dari sumbernya. Kabar yang terbaru adalah dari Facebook developer tentang Integrating Facebook Chat Everywhere oleh Serkan Piantino. Bahwa Facebook Chat sekarang support Jabber/XMPP, standar terbuka untuk pesan instan bagi para developer sekarang sudah dapat untuk mengintegrasikannya dengan pesan instan berbasis web, desktop maupun mobile.

Sehingga bagi para pengguna klien software instan messenger seperti Adium, iChat, atau Pidgin dan dengan Facebook Connect para pengguna dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan klien chat seperti Meebo bahkan AOL dengan versi AIM terakhirnya sudah mendukung pula, dengan demikian khususnya disini para pengguna Pidgin tanpa plugin Facebook Chat pun sudah bisa langsung menggunakan fasilitas Facebook Chat dengan mudah pada protokol XMPP atau Jabber.

Account Pidgin

Bagaimana caranya menggunakan Facebook Chat di Pidgin menggunakan XMPP:

  • Mulai dengan menambahkan akun dengan memilih protokol XMPP
  • Username, gunakan Facebook username, lihat pada http://www.facebook.com/username/
  • Domain, gunakan “chat.facebook.com”
  • Pasword, tentusaja password seperti biasanya

Modify Pidgin Basic Account

Setelah itu, pada tab Advanced, hilangkan centang pada “Require SSL”, Set koneksi pada port 5222, dan set koneksi server ke “chat.facebook.com”

Modify Pidgin Basic Account

Begitulah caranya, sangat mudah sekali sekarang, dan bagi yang menggunaan plugin Facebook pihak ketiga, sudah selayaknyalah menggunakan Facebook XMPP protokol ini. Karena sudah bagus dan terdokumentasi dengan baik sekali, juga implementasi XMPP ini resmi disupport dan akan berjalan dalam jangka yang sangat panjang.

Via [Facebook Chat]

Linux, penyedia OS terbanyak dan teraktif

Saturday, February 20th, 2010

Netbook sebagai alat untuk membantu pekerjaan ringan dan bersosial network menjadi suatu pilihan karena bentuknya yang kecil dan ringan, mudah dibawa kemana-mana, daya tahan baterai yang lebih lama, storage penyimpanan yang lumayan besar dan kuat jika memakai SSD. Selain bisa untuk membawa dokumen yang lumayan lengkap, untuk presentasi dan memiliki papan keyboard yang manusiawi, fungsi internet sangat melekat pada netbook, memang netbook hadir untuk berbagai kemudahan dan tentusaja fungsionalitas harus menjadi tolok ukur utama, selain harga yang selalu bersaing.

Jangan sampai hanya karena speed prosesor dan performans dalam menjalankan task program menjadikan nilai tambahan yang sifatnya negatif, hanya karena kehadiran netbook yang biasanya sudah bundling dengan preinstall OS, yang kadang karena kekurang nekatan saja sehingga harus selalu bergantung pada sistem operasi komputer yang sudah dikenal lama meski dengan performa yang sudah tidak bisa diandalkan lagi. Sehingga banyak cerita tentang kekecewaan menggunakan netbook.

Sistem operasi sebagai ruh dari sebuah perangkat komputer, harus dipilih dengan bijak selain untuk membantu pekerjaan juga mempertahankan semangat untuk bekerja. Semisal netbook yang menjadi lambat karena salah memilih sistem operasi, atau kena virus sehingga menyebabkan hari yang seharusnya indah menjadi hari penuh petaka dan uring-uringan, semata. Piranti Backup menjadi sangat penting, namun apakah harus setiap hari membackup data kita, pilihan cloud computing adalah sebuah solusi namun sejauh mana para pengguna netbook memanfaatkannya, kadang malah belum dengar (lmao).

Bukan berarti dengan preinstalled bundling sistem operasi pada netbook maka kita harus menggunakannya, atau tergantung pada itu. Tidak, karena banyak opsi lain dan sistem operasi yang super keren, apalagi yang masih bundling dengan XP mungkin harus segera berpikir untuk upgrade ke seven dengan biaya tertentu. Tidak harus karena sistem operasi tidak berbayar alias Free dan gratis banyak menjadi pilihan. Sistem operasi netbook yang bisa digunakan dengan mudah dan support dengan mesin berspesifikasi rendah harus diperhitungkan dan selayaknya dicoba, toh dengan netbook tidak mungkin akan mengerjakan sesuatu yang membutuhkan resource besar seperti editing audio visual atau grafis yang membutuhkan spesifikasi high end.

Berikut daftar OS – Operating system yang mutakhir, populer dan patut dipertimbangkan:

Tampilan Sistem Operasi Jolicloud

Jolicloud (Linux, Gratis)

Jolicloud memang dibuat dan dipersiapkan untuk sistem operasi netbook, menggunakan kombinasi antara Linux Debian dan Fedora dilengkapi dengan WINE untuk mensupport aplikasi-aplikasi yang hanya berjalan di Windows. Jolicloud di atur sedemikian rupa sehingga berjalan dengan mulus dan baik pada komputer dengan sumberdaya rendah dan layar kecil. Aplikasi-aplikasi dan ruang penyimpanan berbasis web lebih diutamakan sehingga sangat berbeda dengan tehnologi komputer tradisional yang mengharuskan semuanya ada dalam komputer itu sendiri, sehingga kekurangan ruang penyimpanan data – storage – bisa diatasi dengan menyimpan data pada server besar dukungan Jolicloud. Semua aplikasi berjalan pada fullscreen mode secara default, dan support akan aplikasi-aplikasi baru bisa dilihat pada direktori yang ada. Tim Jolicloud secara istimewa mengatur semuanya termasuk kompatibilitasnya. Jolicloud dapat diinstal bersama dengan semua sistem operasi yang ada, dan untuk windows ada alat khusus untuk menginstalnya secara sangat mudah. Besar file master seperti biasa dengan OS ringan lainnya yaitu 600an MB.

Tampilan Sistem Operasi Windows 7

Windows 7 (Windows Seven, Home Premium seharga 165 USD)

Dengan wajah dan banyak perubahan dari XP dan Vista, Windows 7 berjalan sangat bagus pada komputer netbook, ringan, dan irit baterai karena sistem manajemen power yang diperbaharui. Kelebihan dari Windows 7 adalah terutama tidak harus belajar kembali OS lain, dan hanya sekedar mengintegrasikan kehidupan berbasis Windows anda pada netbook.

Tampilan Sistem Operasi Ubuntu Netbook Remix

Ubuntu (Linux, Free)

Ubuntu Netbook Remix, lihat screencast. Ubuntu bisa berjalan sangat lancar pada komputer dengan suberdaya dan spesifikasi rendah seperti netbook. Ubuntu Netbook Remix menyediakan banyak sekali kenyamanan berkomputer, bukan hanya karena sebuah distro Linux yang sangat populer, namun memberikan pengalaman dalam visibilitas menu, kebebasan, dan pengalaman baru dalam berkomputer. Ubuntu Netbook Remix ini memang dulunya dipersiapkan antara Intel Atom bersama Canonical, dalam projek Moblin sebelum dengan Nokia sekarang, sehingga tidak heran mengapa banyak preinstalled bundling netbook yang berisi UNR.

Tampilan Sistem Operasi Mac OS X pada netbook

OS X (Mac)

Semuanya hampir sama, dalam penginstalan maupun pemakaian sebagaimana OS yang lain, bagi para penggemar Mac pastilah menginstal OS X pada netbook mereka, meskipun Mac tidak bertanggunjawab apabila software Mac tidak berjalan pada sistem non-Apple, namun memang bisa diinstal di netbook apapun, meski tidak boleh protes ketika Wifi atau ada hardware yang tidak bisa berfungsi dengan baik, dan tidak ada support sama sekali dari Apple. Namun ada jalan keluarnya jika ingin melakukannya yaitu dengan memilih netbook yang kompateibel dengan sistem operasi OS X atau Hackintosh, dapat dipastikan bila memang kompatibel maka pasti netbook dengan OS X pasti akan berjalan dengan baik.

Tampilan Sistem Operasi Linux Mint pada netbook

Linux Mint (Linux, Gratis)

Linux Mint adalah distribusi Linux dengan penekanan dan menonjolkan pada fitur aksesibilitas dan segala kemudahan pada pengguna Linux baru. Sangat ringan, fungsional dan jika memerlukan software tambahan maka anda akan dibawa ke Repository Ubuntu yang penuh dengan kemudahan akses. Sangat netbook oriented, dan tentu saja dukungan komunitas yang tidak terbatas untuk memastikan kompatibilitas dan berbagai standar untuk perangkat keras Netbook.

Tampilan Sistem Operasi Crunchbang Linux pada netbook

Chrunchbang Linux (Linux, Gratis)

Crunchbang Linux adalah juga Netbook berbasis linux distribusi Ubuntu secara minimalis dengan tweak yang istimewa untuk kecepatan dan Openbox window manager dan GTK+ applications. Distribusi ini dilaporkan sebagai A Faster Ubuntu, meski tidak harus menggunakan perangkat yang terbaru. Namun seperti biasa untuk membeli perangkat komputer, haruslah juga merencanakan dan cek kompatibilitas hardware dengan sistem operasi yang akan dipakai. Dan semua kelebihan distribusi Linux adalah dukungan komunitas yang antusias dan saling tolong menolong.

Tampilan Sistem Operasi OpenSUSE Linux pada netbook

Open SUSE (Linux, Gratis)

OpenSuse, adalah distro Linux yang besar, berbasis KDE 4.3 dan GNOME 2.28 serta dukungan komunitas bersama Novell yang sangat kuat, memberikan pengalaman baru dalam berkomputer dengan kelebihan-kelebihannya yang fantastis. Seperti biasa seluruh OS sekarang sudah bisa diinstalkan melalui USB flash. Sekarang sudah support Live Update dan dalam versi 11.2 mengikut sertakan YaST Web. Serta tidak kata lain selain untuk mencoba juga distro yang satu ini.

Nggak kebayang dari sekian OS yang mantab untuk Netbook, hanya dua yang non Linux, tapi mengapa masih banyak yang belum berani mencoba opensource yang ternyata handal dan user friendly. Meski kadang opensource memang ada keterputusan dalam kesinambungan dan perkembangan serta komunitas yang kadang menjadi fanatik, toh umur perangkat netbook juga tidak selama pemilu berikutnya kadang. (haha)

Via [Lifehacker dan Sistem Operasi untuk Netbook]

Share Telkomsel Flash di Linux Mint 7

Wednesday, September 9th, 2009

Karena salah paham dan kurang pengalaman, saya menggunakan 2 cara yang berbeda. Pertama saya menginstal dan menggunakan program Firestarter. Tapi setelah terinstal, dan internet “Tjap Bledheg” ter-share, saya merasakan internetnya tersendat-sendat. Bukannya tidak cepat atau diskonek, tapi untuk browsing terasa ada seperti traffic-light-nya. Aku pikir karena firestarter-nya yang kemudian si kambing hitam ini aku uninstall sementara. Selanjutnya saya memakai mantra yang biasa buat menshare internet. Ternyata masih bermasalah tersendat-sendat browsingngya…ditelusuri lebih lanjut, ternyata DNS Telkom Flash yang secara misterius ganti tiap 24 jam sekali dan saya tidak bisa meng-capture DNS tersebut (doh)

Jadi baik pakai Firestarter maupun mantra, sebetulnya sama saja : internet bisa ter-share dengan mudah, dan koneksi-pun tetap cepat.

Saya ceritakan satu-satu :
(more…)

Share Printer Linux Mint Cara Gue

Tuesday, September 8th, 2009

Banyak cara yang bisa dilakukan di linux untuk mengerjakan sesuatu. Ini adalah salah satunya. Men-share printer dengan kompyuter lain, ada beberapa trik yang bisa ditempuh. Bisa menggunakan goyang Samba ataupun mantra-mantra. Kali ini saya memilih langkah yang saya anggap mudah biar kompyuter klien bisa ikut-ikutan ngeprint. Cara ini sudah saya terapkanbaik di router (sever) ataupun  client menggunakan Ubuntu 8.10, Linux Mint 7, Xubuntu 7.10. Jadi, terbukti handal di lingungan Ubuntu dan variannya.

Sederhana saja :

Sisi Server

1. Saya menggunakan printer Canon Pixma iP 1980 yang telah terinstal driverl dan bisa berjalan normal di server. Penjelasan instalasi driver printer ini ada di sini atau di sana sama saja.

2. Klik Menu=>Administration=>Printing

Menu-Administration-Printing

Menu-Administration-Printing

3. Setelah muncul jendela Printer Configuration. Klik Tab Server=>Setting

Server-Setting

Server-Setting

4.  Akan Muncul jendela Basic Server Setting . Hilangkan tanda centang (ato contreng?) yang ada. Sisakan 2 di Publish share printer…dst dan di Allow printing from Internet.

Basic Server Setting

Basic Server Setting

5. Klik Oke. Sisi Server selesai.

SISI CLIENT

1. Tanpa susah payah, langsung saja klik Menu=>Administration=>Printing

Menu-Administration-Printing

2. Setelah muncul jendela Printer Configuration. Klik Tab Server=>Connect

Server-Connect

Server-Connect

4. Isikan IP komputer server printer, di sini misal 192.168.0.1

Alamat IP komputer server printer

Alamat IP komputer server printer

5. Klik Connect. Tunggu sesaat. Kalo jaringan LAN normal, akan muncul icon printer yang dimaksud. Di sini berati  iP 1900 series. Lanjut dengan mengklik Tab Server=>Settings

Server-Setting

6.  Kali ini, beri centang semua pilihan yang ada (meski Save Debugging..dst-nya saya kosongi, males nyimpen aja :P )

Centang Semuanya aja

Centang Semuanya aja

7. Klik Ok

Selesai! Silakan bisa langsung dicoba print dari PC-client (dance) Enak to…

Eh iya, di Xubuntu 7.10 komputer kudu di restart dulu… tapi apa ya masih ada yang nekat mo pake Xubuntu 7.10 (selain saya) (lmao)

Tampang Windows, Hati Tetap Linux

Sunday, September 6th, 2009

Repost dari tulisan Diki yang telah dipublikasikan di: Linux Mint keren yang Windowslook dan di Mengubah Linux Mint menjadi Windowslook.

Membuat tampilan Linux Mint (gnome) seperti Windows:

Klik kanan Mint Menu yang ada di panel di pojok kiri bawah:

> Preferences > hapus Button text > ganti Button icon dengan:

> gambar start yang diambil dari windows.

Copykan ke /usr/lib/linuxmint/mintMenu/ > klik kanan > open as root > paste.

> close.

Klik kanan pada panel > Background > centang Background image.

> gambarnya diganti gambar:

> taskbar dari windows > close.

Klik kanan pada Desktop > Change Desktop Background > Theme > Customize > Control > pilih Mist.
> Icons > pilih Gion atau Win7.lookalike.1.0.2 atau terserah.

> close > close.

Atur launcher panel, paling kanan adalah date & time, sebelah kirinya adalah volume control dan notification area, atau terserah.
Di sebelah kanan menu yang sudah diganti start, taruh launcher sak karepe, paling kanan adalah Window list.

Tambah huruf dari windows dengan cara copy > /usr/share/fonts/ > open as root > paste, atau $sudo apt-get install mscorefont kalau sedang nyambung ke internet.

Atur huruf:
application font = tahoma 10,
document font = verdana 10,
desktop font = tahoma 9, atau terserah yang penting mirip windows.

> close.

Klik Menu > All application > preference > mintDesktop > Desktop item:
pilih Computer dan Trash. Setelah tampil di desktop di-rename menjadi My Computer dan Recycle Bin.
Document dibuatkan shortcut di Desktop dan di-rename menjadi My Documents.
Kecilkan icon di Desktop dengan cara:
Alt+F2 > gconf-editor > apps > nautilus > icon_view > default zoom level > dari standard diganti small.

Sekarang tampilannya begini:

> keren ya?

Walaupun sudah berhasil $sudo apt-get install startupmanager tapi nggak bisa jalan. Jadinya belum bisa mengatur usplash. Sementara timeout grub disetel 0 detik dan usplash dihapus dengan cara $sudo apt-get autoremove usplash, sehingga booting dengan text supaya tidak ketahuan Linux Mint-nya.
Sayangnya, gambar start itu tidak mau mepet ke kiri, tapi nggak apa-apa.

Catatan Andy MSE | Kecakot: Diki adalah anak saya yang pertama, saat ini duduk di bangku SMP kelas IX. Dia pengguna Linux sejak 2006, pertama kali saya perkenalkan dengan RedHat dan mulai menggunakan Mandriva 2006. Tahun-tahun berikutnya berganti-ganti menggunakan IGOS Nusantara, Mandriva 2007, OpenSUSE 10.2, Fedora 10, Ubuntu 8.04, 8.10, dan 9.04, juga LinuxMint Cassandra dan Gloria. Mungkin karena daya pikirnya masih tajam, justru Diki lebih hafal perintah-perintah dasar dibanding saya. Namun, masih kurang berani dalam bereksperimen. Sampai sekarang, Diki belum bisa meninggalkan Windows untuk nge-game. Kesukaannya adalah game balap dan sepakbola. Foto lama Diki ber-Linux bisa dilihat di Kekasih Cah Bagus.

Bikin Chrome LinuxMint7 cara gue!

Monday, August 17th, 2009

Membaca tulisan Chromium kang Andy MSE, tentulah sebagai pemula di linux, pengen menerapkan ilmu yang di dapat.

segera saja saya ketik di Terminal :
sudo apt-get install chromium-browser

ternyata yang muncul :
E: Couldn't find package chromium-browser
(more…)

Chromium Browser | Google Chrome untuk Linux

Tuesday, August 11th, 2009

logo-chromiumMungkin banyak sedulur yang terpesona oleh Google Chrome, browser ringkas dan enteng keluaran Google. Sayang sekali, sampai sekarang hanya tersedia versi untuk Windows saja. Bagi pengguna Linux, yang ingin menggunakannya, ternyata ada Chromium. Silahkan coba ambil dari sini! Ekstrak saja file .zip-nya, langsung panggil executable file “chrome” untuk mencicipinya.

Chromium is an open-source browser project that aims to build a safer, faster, and more stable way for all Internet users to experience the web.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa beda Google Chrome dengan Chromium? Bisa jadi saja saya salah mengartikan, namun ketika pertama kali membuka Chromium, terpampang tulisan berikut ini:

Chromium is an open source browser project. Google Chrome is a browser from Google, based on the Chromium project (more…)

Mengembalikan Grub

Monday, August 10th, 2009

Ini sering jadi masalah buat saya yang 1 partisi hardisknya memang diluangkan buat mencoba distro-distro baru. Sering Grub Ubuntu / Linux Mint Gloria (sekarang) ketimpa distro baru.
Ada 2 jalan yang menjadi andalan saya untuk mengembalikan GRUB.

=> Gunakan LiveCD Ubuntu atau Linux Mint, sama saja. Masuk ke desktop LiveCD, buka terminal. Masuk sebagai root dengan mengetikkan :
$sudo su

1. Ketikkan (masih di terminal, tadi):
#grub
(more…)