Setelah mencari kesana dan kesini, mencoba ini dan itu, akhirnya saya berhasil juga menginstall Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10. Apa itu Coverflow? Daripada saya jelaskan panjang lebar lebih baik Anda melihat sendiri Coverflow yang saya jalankan di notebook :)
Archive for the ‘Ubuntu’ Category
Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10
Sunday, March 7th, 2010move to trash
Saturday, February 20th, 2010Satu lagi dari Gnome Hacks, untuk menjaga kesalahan dalam klik menghapus atau memindahkan file agar tidak hilang di ‘trash’. Pada distribusi Ubuntu di Synaptic Package Manager, ada satu aplikasi bernama “trash-cli” yang harus diinstallkan terlebih dahulu dan menset alias untuk perintah “rm” untuk menggunakan “trash-cli”. Karena “trash-cli” juga menghapus folder, meskipun tidak dengan pilihan perintah “-r” – recursive -, dalam blognya, Grizzly secara inovatif menyusun script untuk agar folder tidak ikut terhapus saat pilihan perintah argumen “-r” tidak digunakan.
Dalam penjelasannya “trash-cli” adalah “This package provides a command line interface trashcan utility compliant with the FreeDesktop.org Trash Specification. It remembers the name, original path, deletion date, and permissions of each trashed file” yang menghasilkan perintah:
prompt:~/tmp$ ls -Flahi /usr/bin/*trash* 52579 -rwxr-xr-x 1 root root 1.4K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/empty-trash* 52576 -rwxr-xr-x 1 root root 983 2008-08-06 06:43 /usr/bin/list-trash* 52578 -rwxr-xr-x 1 root root 1.4K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/restore-trash* 52571 -rwxr-xr-x 1 root root 4.7K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/trash*
dimana hal itu masih juga menyebabkan penghapusan secara tuntas folder-foldernya. Dan disinilah mantera Grizzly sebisa mungkin digunakan, dibawah adalah langkah mulai dari penginstallan “trash-cli” hingga memasukkan mantera script dari Grizzly, untuk menset perintah “rm” untuk memindahkah file dan folder ke trash
- Install trash-cli di Ubuntu
sudo apt-get install trash-cli
- Set mantera via terminal Ubuntu:
sudo gedit /usr/bin/trash-rm
- Isikan perintah ini pada file yang baru saja terbuka, kemudian simpan:
#!/bin/bash
# command name: trash-rm
shopt -s extglob
recursive=1
declare -a cmd
((i = 0))
for f in "$@"
do
case "$f" in
(-*([fiIv])r*([fiIv])|-*([fiIv])R*([fiIv]))
tmp="${f//[rR]/}"
if [ -n "$tmp" ]
then
#echo "\$tmp == $tmp"
cmd[$i]="$tmp"
((i++))
fi
recursive=0 ;;
(--recursive) recursive=0 ;;
(*)
if [ $recursive != 0 -a -d "$f" ]
then
echo "skipping directory: $f"
continue
else
cmd[$i]="$f"
((i++))
fi ;;
esac
done
trash "${cmd[@]}"
- Buat file itu menjadi executable dengan perintah di terminal:
sudo chmod +x /usr/bin/trash-rm
- Membuat alias atas “rm” untuk menggunakan perintah “trash-rm”, jalankan di terminal untuk Ubuntu:
sudo gedit ~/.bashrc
- kemudian masukkan perintah ini pada baris terbawah, kemudian simpan:
alias rm="trash-rm"
- Reload bashrc dengan mengetikan perintah di terminal:
bash
Selesai, begitulah menurut Grizzly, inovasi untuk menghapus file dengan menggunakan “rm” dan “rm -r”, Jika takut apabila hardisk akan penuh karena file terhapus masih disimpan di ‘trash’ maka lakukan pembersihan secara periodik. Ataupun merestore-nya jika dibutuhkan dengan opsi pilihan dari terminal yang bisa digunakan semisal:
empty-trash
list-trash
restore-trash
great thanks [Webupd8, Grizzly, dan agar trash tidak kejam]
membuka Plurk Cara gue..!
Tuesday, February 16th, 2010Kangmas dan mbak tentunya tau kan Plurk…? Sebuah web microblogging yang akhir-akhir ini lebih aku sukai dari pada facebook. Ya jujur saja aku lebih sering main di Plurk dari pada di facebook, walaupun update plurk terlempar juga ke facebook :D. Dan apa bila pengguna facebook sudah banyak aplikasi atau software gratis yang sekali klik langsung ke facebook dan langsung ber facebook ria. Waktu masih di kekang oleh windows saya dulu lebih sering main plurk dengan cara menginstal plurkit. (more…)
Prism : Specific and Simple Browser
Monday, February 15th, 2010Sebagai pengguna Ubuntu anyaran maka saya masih penasaran dengan aplikasi jerohane Ubuntu. Salah satunya adalah PRISM, adalah sebuah browser relatif simple dan specific. Sebenarnya ini merupakan bagian dari Mozilla Labs. Sebagaimana rilisnya dalam wiki mozilla : Prism is a simple XULRunner based browser that hosts web applications without the normal web browser user interface. Prism is based on a concept called Site Specific Browsers (SSB). An SSB is an application with an embedded browser designed to work exclusively with a single web application..
Dengan Prism kita dapat membuka web yang kita inginkan secara spesifik dengan sekali klik saja. Misal, kita akan membuka GMail atau blog atau Fesbuk maka tinggal klik saja. Secara otomatis akan terbuka web yang kita kehendaki tersebut tanpa harus membuka browser yang biasa kita gunakan misalnya Firefox atau Sea Monkey atau Kazehakaze maupun Ephipany.
Menggunakan browser yang biasa kita pakai terkadang akan terasa lama loadingnya ketika membuka beberapa tab. Dengan Prism kita tinggal klik dari desktop sebab dalam settingnya akan otomatis terdapat icon shortcut di desktop. Menurut saya memang simple, spesifik dan sedikit mengurangi benwit plus cepet.
Ilmu menghemat benwit seperti kayak gini saya peroleh dari seorang kawan yang ajejuluk Omagus maupun dari Mas Andy MSE yang jagoan ngoprek Open Source dan pengiritan benwit.
Install Aplikasi Prism dapat melalui Ubuntu Software Center — Internet — Prism. Hasil instalasinya akan berada di Applications — Internet — Prism, sehingga untuk menjalankan tinggal klik Applications — Internet — Prism. Kemudian masukan URL-nya — centang icon shortcut on desktop — klik OK. Maka bereslah sudah. Tinggal klik dari desktop langsung menuju sasaran. Selamat mencoba….
![]()
Tulisan ini pernah ditulis disini
Marble : Atlas Globe Desktop pada Karmic Koala
Monday, January 11th, 2010
Akhirnya saya beralih juga dari Jaunty ke Karmic juga. Ternyata ada hal-hal yang menarik dalam Karmic ini, dan bagi kita pengguna si Karmic Koala (Ubuntu 9.10), ada fasilitas yang belum ada di Ubuntu seri sebelumnya. Yakni, keberadaan Ubuntu Software Center.
Karmic memang juga masih memerlukan beberapa hal untuk dilakukan tweaking (seperti diungkapkan Mas Suryaden disini), namun keberadaan Ubuntu Software Center ini setidaknya sedikit memudahkan kerjaan tweaking tersebut. Tanpa harus menginstal Ubuntu Tweak terlebih dulu guna melakukan tweaking.
Salah satu yang menarik dari Ubuntu Software Center adalah keberadaan Marble, Desktop Globe. Sebuah atlas dalam bentuk software hasil karya KDE Education Project yang merupakan bagian dari KDE 4 Education Module for Free Open Source. Dalam Marble ini dilengkapi dengan titik koordinat letak kota yang kita cari, pada derajat lintang dan bujur berapa dia berada. Selain dapat dilihat dalam bentuk bulat (globe), dapat juga dibikin mendatar (flat). Juga ada peta jalan (street map). Tinggal disesuaikan saja dengan mengaturnya dari navigation panel.
Lebih menarik lagi, Marble tidak harus membutuhkan koneksi internet serta tidak perlu mesin komputer (hardware) yang mumpuni dalam menjalankannya. Seperti dalam rilisnya : Marbel is a generic geographical map widget framework for KDE 4 applications. The Marbel widget shows the earth as a sphere but does not require hardware acceleration. A minimal set of geographical data is included, so it can used wiyhout an internet connection.
Meski demikian Marble tetap bisa dijalankan online dan tentunya lebih banyak lagi mengakses data-data. Ini menurut saya cukup berbeda dengan Google Earth yang harus selalu dijalankan online dan harus dengan mesin komputer yang relatif mumpuni untuk mengaksesnya, serta sudah pasti nyedot benwit rada akeh. Sementara si Marble ini tidak demikian. Ringan dan kompatibel dengan mesin “kapasitas kecil”, dan tentunya dapat digunakan dalam pemberian pelajaran di sekolah.
Untuk install silahkan klik : Applications — Ubuntu Software Center — Education — Marble. Secara otomatis hasil instalasi akan diposisikan dalam Applications — Education — Marble
Selamat mencoba
Tulisan ini juga ada disini
Gnome-shell on Karmic
Thursday, December 3rd, 2009Sudah lama saya membaca baca feature baru dari Gnome 2.28 ini tapi baru sekarang saya mencobanya, feature baru tersebut bernama Gnome-shell untuk keterangan lebih detailnya bisa menuju ke sini.
Saya mencobanya di distro Ubuntu 9.10 a.k.a Karmic Koala, installnya pun sangat mudah
andi@andi-laptop:~$ sudo apt-get install gnome-shell
[sudo] password for andi:
Reading package lists… Done
(more…)
Gunakan repository Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope di Ubuntu 9.10 Karmic Koala
Tuesday, December 1st, 2009“Bisa nggak ya repository ubuntu yang kita punya saat ini digunakan ke ubuntu versi lain?” Inilah sebuah pertanyaan yang mengganjal di kepalaku, yup semenjak kemaren saya upgrade ke ubuntu karmic
Mengembalikan Sound Yang Hilang Setelah Upgrade Dari Ubuntu 9.4 ke Ubuntu 9.10
Saturday, November 28th, 2009Kehadiran Ubuntu 9.10 memang ditunggu-tunggu oleh para Ubuntuers. Maka tatkala Ubuntu 9.10 resmi di-release, kontan semua server penyedia diserbu para Ubuntuers yang tak sabar menunggu kiriman shipit Ubuntu.
Sayangnya justru muncul masalah ketika dilakukan upgrade ke Ubuntu 9.10. Banyak keluhan yang muncul disebabkan oleh hilangnya suara (sound) akibat upgrade. Anehnya masalah ini tidak muncul di versi 9.10 Beta.
Akibatnya, Ubuntuforums diserbu para Ubuntuers yang mengadukan masalah hilangnya sound setelah upgrade ke Ubuntu 9.10 termasuk saya salah satunya yang mengalami masalah tersebut.
Seperti biasa, berangkat dengan semangat kenekatan, kepenasaranan (halaaaahhh…) dan kegeraman dilakukanlah oprek-oprek dengan jurus-jurus dewa mabuk yang ngawur dan melawan akal sehat (emang gak pernah sehat..
).
Rupanya keberuntungan berpihak pada saya (sama sekali bukan karena pinter..
). Satu jurus ngawur yang cenderung frustasi dikeluarkan dengan melakukan lewat terminal :
sudo apt-get remove pulseaudio
Setting suara cukup hanya dengan menggunakan Gnome Alsa Mixer. Klik unmute “Surround”, dan set ke maximal lalu exit.
Yaaa…, memang konyol.., dengan menghilangkan pulseaudio. Tapi ternyata jurus tersebut berhasil dan akhirnya suara (sound) muncul kembali dengan sehat wal’afiat.
How To Restore Notification Area Applet on Ubuntu
Wednesday, November 25th, 2009Beberapa hari yang lalu saya sempat agak panik karena tanpa sengaja menghilangkan sejumlah icon yang terdiri dari bluetooth, pulse audio, volume control dan wifi (applet) yang kesemuanya terletak di panel bar. (more…)
Splash images on Karmic
Monday, November 23rd, 2009Jika sebelumnya saya install Splash images di jaunty maka hari ini saya coba install di karmic, bedanya sekarang karmic menggunakan GRUB2 jadi settingan configurasinya pun agak sedikit berbeda.
pertama install dulu Grub2-splashimages
andi@clansoenda:~/Desktop$ sudo apt-get install grub2-splashimage
[sudo] password for andi: