Archive for the ‘Tips and Trick’ Category

move to trash

Saturday, February 20th, 2010

Satu lagi dari Gnome Hacks, untuk menjaga kesalahan dalam klik menghapus atau memindahkan file agar tidak hilang di ‘trash’. Pada distribusi Ubuntu di Synaptic Package Manager, ada satu aplikasi bernama “trash-cli” yang harus diinstallkan terlebih dahulu dan menset alias untuk perintah “rm” untuk menggunakan “trash-cli”. Karena “trash-cli” juga menghapus folder, meskipun tidak dengan pilihan perintah “-r” – recursive -, dalam blognya, Grizzly secara inovatif menyusun script untuk agar folder tidak ikut terhapus saat pilihan perintah argumen “-r” tidak digunakan.

Dalam penjelasannya “trash-cli” adalah “This package provides a command line interface trashcan utility compliant with the FreeDesktop.org Trash Specification. It remembers the name, original path, deletion date, and permissions of each trashed file” yang menghasilkan perintah:

prompt:~/tmp$ ls -Flahi /usr/bin/*trash*
52579 -rwxr-xr-x 1 root root 1.4K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/empty-trash*
52576 -rwxr-xr-x 1 root root  983 2008-08-06 06:43 /usr/bin/list-trash*
52578 -rwxr-xr-x 1 root root 1.4K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/restore-trash*
52571 -rwxr-xr-x 1 root root 4.7K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/trash*

dimana hal itu masih juga menyebabkan penghapusan secara tuntas folder-foldernya. Dan disinilah mantera Grizzly sebisa mungkin digunakan, dibawah adalah langkah mulai dari penginstallan “trash-cli” hingga memasukkan mantera script dari Grizzly, untuk menset perintah “rm” untuk memindahkah file dan folder ke trash

  • Install trash-cli di Ubuntu

    sudo apt-get install trash-cli
  • Set mantera via terminal Ubuntu:

    sudo gedit /usr/bin/trash-rm
  • Isikan perintah ini pada file yang baru saja terbuka, kemudian simpan:

    #!/bin/bash
    # command name: trash-rm
    shopt -s extglob
    recursive=1
    declare -a cmd
    ((i = 0))
    for f in "$@"
    do
    case "$f" in
    (-*([fiIv])r*([fiIv])|-*([fiIv])R*([fiIv]))
    tmp="${f//[rR]/}"
    if [ -n "$tmp" ]
    then
    #echo "\$tmp == $tmp"
    cmd[$i]="$tmp"
    ((i++))
    fi
    recursive=0 ;;
    (--recursive) recursive=0 ;;
    (*)
    if [ $recursive != 0 -a -d "$f" ]
    then
    echo "skipping directory: $f"
    continue
    else
    cmd[$i]="$f"
    ((i++))
    fi ;;
    esac
    done
    trash "${cmd[@]}"
  • Buat file itu menjadi executable dengan perintah di terminal:

    sudo chmod +x /usr/bin/trash-rm
  • Membuat alias atas “rm” untuk menggunakan perintah “trash-rm”, jalankan di terminal untuk Ubuntu:

    sudo gedit ~/.bashrc
  • kemudian masukkan perintah ini pada baris terbawah, kemudian simpan:

    alias rm="trash-rm"
  • Reload bashrc dengan mengetikan perintah di terminal:

    bash

Selesai, begitulah menurut Grizzly, inovasi untuk menghapus file dengan menggunakan “rm” dan “rm -r”, Jika takut apabila hardisk akan penuh karena file terhapus masih disimpan di ‘trash’ maka lakukan pembersihan secara periodik. Ataupun merestore-nya jika dibutuhkan dengan opsi pilihan dari terminal yang bisa digunakan semisal:

empty-trash
list-trash
restore-trash

great thanks [Webupd8, Grizzly, dan agar trash tidak kejam]

membuka Plurk Cara gue..!

Tuesday, February 16th, 2010

Kangmas dan mbak tentunya tau kan Plurk…? Sebuah web microblogging yang akhir-akhir ini lebih aku sukai dari pada facebook. Ya jujur saja aku lebih sering main di Plurk dari pada di facebook, walaupun update plurk terlempar juga ke facebook :D. Dan apa bila pengguna facebook sudah banyak aplikasi atau software gratis yang sekali klik langsung ke facebook dan langsung ber facebook ria. Waktu masih di kekang oleh windows saya dulu lebih sering main plurk dengan cara menginstal plurkit. (more…)

Gnome-shell on Karmic

Thursday, December 3rd, 2009

Sudah lama saya membaca baca feature baru dari Gnome 2.28 ini tapi baru sekarang saya mencobanya, feature baru tersebut bernama Gnome-shell untuk keterangan lebih detailnya bisa menuju ke sini.

Saya mencobanya di distro Ubuntu 9.10 a.k.a Karmic Koala, installnya pun sangat mudah

andi@andi-laptop:~$ sudo apt-get install gnome-shell
[sudo] password for andi:
Reading package lists… Done
(more…)

How To Fix GRUB Bootloader Using Super GRUB Disk

Wednesday, December 2nd, 2009

Ketika awal-awal mencoba Ubuntu (Ubuntu 9.4 Jaunty Jackalope) saya mengalami problem dengan GRUB Bootloader. Apalagi waktu itu saya masih mencoba dual booting dengan Windows XP. Akhirnya diputuskan untuk memerdekakan diri dari Windows XP dan hanya menggunakan Ubuntu 9.4 Jaunty Jackalope.

Problem GRUB juga sempat muncul ketika saya mencoba bereksperimen dengan melakukan dual booting Ubuntu 9.4 Jaunty Jackalope dengan Puppy Linux. Untungnya setelah oprek sana-sini, problem bisa teratasi.

grub-ubuntu-9.10Setelah sukses melakukan upgrade ke Ubuntu 9.10 Karmic Koala, saya mencoba kembali bereksperimen dengan melakukan dual booting Ubuntu 9.10 Karmic Koala dengan openSUSE 11.2 yang juga baru saja direlease tak lama setelah Ubuntu 9.10 Karmic Koala.

Masalah GRUB ternya ta muncul kembali ketika proses install openSUSE 11.2 selesai dilakukan. Proses booting openSUSE 11.2 melalui Ubuntu 9.10 Karmic Koala ternyata gagal. Setelah oprek sana-sini akhirnya booting berhasil juga dilakukan namun muncul masalah baru, Firefox tidak bisa dijalankan walaupun di Network Manager koneksi internet terlihat telah terkoneksi melalui Wifi router.

Tidak puas dan penasaran dengan kondisi yang ada, sambil terus putar otak tiba-tiba teringat oleh saya diskusi kecil yang terjadi dengan Bonny Kurniawan seorang penggiat Linux kota hujan Bogor. Dalam diskusi yang terjadi saat berlangsungnya Release Party openSUSE 11.2, saya menanyakan kepada Kang Bonny bagaimana cara mudah untuk melakukan dual booting. Singkat saja jawaban beliau, “pakai Super GRUB Disk, bukan cuma dual booting, triple booting bahkan lebih juga bisa…”.

Teringat kata kunci tersebut, langsung saja proses penyelidikan dan penyidikan (halaaahhh… kayak Kabagreskrim aja… :D ) akhirnya dikembangkan lebih meluas melalui google dengan target operasi adalah Super GRUB Disk. Proses ini membawa pada sebuah temuan tool yang direkomendasikan mampu menyelesaikan masalah GRUB.

Super GRUB Disk 0.9799 adalah sebuah tool yang digunakan untuk booting baik melalui CD/DVD ataupun USB. Ada beberapa pilihan perintah yang bisa digunakan untuk memperbaiki masalah GRUB sesuai dengan kebutuhan. Untuk mendapatkannya bisa dilakukan pengunduhan disini. File yang diunduh berupa file iso yang kemudian dibakar kedalam keping CD/DVD.

Setelah proses pengunduhan dan pembakaran selesai, langsung coba untuk digunakan dan ternyata Super GRUB Disk adalah sebuah tool yang sangat user friendly untuk digunakan. Untuk melihat tampilan antar mukanya, anda bisa melihat skrinsot-nya disini. Cara menggunakannya ikuti saja petunjuk yang ada sesuai dengan kebutuhan anda. Setelah proses perbaikan GRUB selesai dilakukan, lakukan reboot tapi jangan lupa untuk mengeluarkan CD Super GRUB Disk agar langsung booting dari distro pilihan anda. Tidak hanya dual booting sesama distro linux, tersedia pula pilihan dual booting dengan Windows XP bagi mereka yang masih belum bisa memerdekakan diri dari penjajahan Microsoft Windows.

Yang jelas berkat Super GRUB Disk, proses dual booting Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan openSUSE 11.2 akhirnya bisa terkolaborasi dengan baik.

Selamat mencoba….

Belajar Membuat Shortcut di Desktop Linux

Monday, November 30th, 2009

Proses belajar Linux kali ini adalah membuat shortcut di desktop. Ini adalah hal yang saya pelajari saat saya membuat Linux Mint 7 Gloria saya menjadi windows look. Selain itu, ini saya pelajari karena beberapa aplikasi yang saya download berupa arsip zip atau tar.bz2 yang isinya program matang yang siap pakai. Oleh karena itu, untuk menjalankan program ini agar tidak terlalu repot, perlu dibuat shortcut di desktop. Mungkin jika program yang langsung terinstal saat download, bisa kita buat di icon shortcut dengan mudah, yaitu dengan klik kanan pada aplikasi yang akan anda buat shortcut, lalu klik add this launcher to desktop. Tapi, jika anda ingin membuat icon shrtcut di desktop dari aplikasi seperti flock yang anda download dalam bentu .tar.bz2, maka saya akan membagikan sedikit ilmu yang telah saya pelajari.
1. Ekstrak file aplikasi yang berbentuk .tar.bz2, zip, atau tar.gz di home atau desktop.

2. Buka terminal dan ketikkan perintah
sudo gedit /home/username/namaaplikasi.desktop
nama aplikasi bisa anda ganti sesuai dengan nama aplikasi yang akan anda buat shortcut di desktop. Contoh:
sudo gedit /home/username/flock.desktop

3. Saat terbuka jendela baru bernama namaaplikasi.desktop dalam keadaan kosong, anda isi dengan
[Desktop Entry]
Version= (Sesuai versi aplikasi)
Encoding=UTF-8
Name= (Nama Aplikasi)
Comment= (Deskripsi aplikasi)
Exec=/home/(yourusername)/(folderaplikasi)/(nama launcher aplikasi)
GenericName= (Nama Aplikasi)
Icon=/home/yourusername/(folderaplikasi)/(folder icon)/(nama icon)
Path=
StartupNotify=true
Terminal=false
TerminalOptions=
Type=Application
X-KDE-SubstituteUID=false
X-KDE-Username=
Categories=Network;Application;
GenericName[en_US]=(Nama Aplikasi)

flock.desktop

flock.desktop


Anda ganti semua kalimat yang say kurungi sesuai dengan aplikasi yang akan anda buat shortcut di desktop anda.

4. Copy namaaplikasi.desktop ke desktop anda. Setelah itu, buka aplikasi tersebut dan klik menu mark as trusted.

Mark as trusted

Mark as trusted


Setelah itu, anda bisa menggunakan shortcut tersebut untuk mengakses aplikasi tersebut.
Shortcut di desktop

Shortcut di desktop


Ini adalah sedikit ilmu yang saya pelajari selama menggunakan Linux dalam beberapa minggu ini. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba. (piss)

Splash images on Karmic

Monday, November 23rd, 2009

Jika sebelumnya saya install Splash images di jaunty maka hari ini saya coba install di karmic, bedanya sekarang karmic menggunakan GRUB2 jadi settingan configurasinya pun agak sedikit berbeda.

pertama install dulu Grub2-splashimages
andi@clansoenda:~/Desktop$ sudo apt-get install grub2-splashimage
[sudo] password for andi:

(more…)

Menambah Grub splashimages

Monday, September 21st, 2009

Ketika saya melihat tampilannya leonidas di laptop teman,  saya kepincut juga dengan grub splash imagenya yang biru menyejukan mata :-)) sampai rumah akhirnya saya coba install di mesin jaunty saya.

andi@clansoenda:~$ sudo apt-get install grub-splashimages
[sudo] password for andi:
Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done

Kemudian masuk ke direktory /boot/grub disana sudah terinstall splashimages

andi@clansoenda:/boot/grub$ ls -l
total 224
-rw-r–r– 1 root root    197 2009-07-26 12:02 default
-rw-r–r– 1 root root     15 2009-07-26 12:02 device.map
-rw-r–r– 1 root root   8288 2009-07-26 12:02 e2fs_stage1_5
-rw-r–r– 1 root root   7856 2009-07-26 12:02 fat_stage1_5
-rw-r–r– 1 root root     16 2009-07-26 12:02 installed-version
-rw-r–r– 1 root root   8712 2009-07-26 12:02 jfs_stage1_5
-rw-r–r– 1 root root   4942 2009-09-20 01:02 menu.lst
-rw-r–r– 1 root root   4861 2009-09-20 01:02 menu.lst~
-rw-r–r– 1 root root   7352 2009-07-26 12:02 minix_stage1_5
-rw-r–r– 1 root root   9756 2009-07-26 12:02 reiserfs_stage1_5
drwxr-xr-x 2 root root   4096 2009-09-20 01:00 splashimages
lrwxrwxrwx 1 root root     31 2009-09-20 01:01 splash.xpm.gz -> splashimages/CRW_7206_14.xpm.gz
-rw-r–r– 1 root root    512 2009-07-26 12:02 stage1
-rw-r–r– 1 root root 121740 2009-07-26 12:02 stage2
-rw-r–r– 1 root root   9556 2009-07-26 12:02 xfs_stage1_5

Setelah masuk ke direktory /boot/grub kemudian buat symboliknya (untuk gambarnya bisa dipilih sesuai selera dan untuk contoh ini ada di direktory /boot/grub/splashimages)

andi@clansoenda:/boot/grub$ sudo ln -s splashimages/CRW_7206_14.xpm.gz splash.xpm.gz

Kemudian update grubnya

andi@clansoenda:/boot/grub$ sudo update-grub

Coba reboot maka tampilan splash grub sudah berbeda, tidak gelap lagi  (drinking)

Berikut saya attach kan untuk screenshotnya (bigeyes)

Image0011

*Untuk splash imagesnya bisa di download di Gnome-look.

GConf Editor, Regeditnya Linux

Monday, September 14th, 2009

Kemarin, pada waktu mengikuti Buka puasa Bareng Bengawan, saya mendapatkan pertanyaan dari sesama pengguna Linux (kebetulan Ubuntu dan anak turunnya).

“Mas, mas! Gimana sih caranya ngecilin ikon di desktop?”

Nich jawabnya:

Pakai aja gconf-editor, ini semacam registry editor di Windows, tapi lebih canggih dan gampang dipahami. Manggilnya lewat Alt+F2 alias run-application dan mengetikkan gconf-editor untuk menuju ke Configuration Editor.

gconf-editor

Berbagai pengaturan bisa dilakukan lewat menu utamanya:  apps, desktop, schemas, dan system. Kalau bingung, bisa juga dilakukan pencarian melalui edit > find. Kalau masih bingung juga ya klik aja help. Beres dech!

Untuk mengecilkan ikon di desktop (juga di file browser/nautilus) klik apps > nautilus > icon_view > silahkan lihat di kotak kanan, default_zoom_level diganti dari standard menjadi small.

configuration editor

Barangkali ada yang terganggu bilamana melakukan mounting drive tiba-tiba muncul ikon baru di desktop (walaupun hanya sementara dan hilang lagi ketika dilakukan unmount). silakan klik apps > nautilus > desktop > silahkan lihat di kotak kanan, hilangkan tanda centang pada volume_visibles.

Silahkan melakukan eksplorasi untuk mengetahui pengaturan-pengaturan lain yang ada dalam gconf-editor.

Bagaimana kalau salah??? Jangan khawatir! Klik saja Edit > List Recent Keys. Balikin ke aturan semula apa-apa yang diperkirakan keliru… Gampang kan? Ini jauh lebih mudah dibanding melakukan pengaturan  registry di Windows.

(banana_cool)

Catatan: pengaturan dalam contoh di atas saya lakukan di Linux Mint (Gnome) keturunan Ubuntu.

Jaunty: Gagal Update MySQL

Tuesday, June 9th, 2009

Kegagalan yang terjadi saat melakukan update terhadap MySQL Server 5.0 pada Ubuntu dikarenakan kegagalan update manager untuk menghentikan service MySQL Server. Berikut cara agar update tersebut bisa dilakukan.

Jalankan perintah ini untuk mendapatkan nomor pid

sudo cat /var/run/mysqld/mysqld.pid

Lalu kill mysql menggunakan nomor pid yang didapat dari perintah diatas

sudo kill nomor_pid

Setelah langkah diatas dijalankan, lakukan kembali upgrade sistem khususnya upgrade terhadap MySQL Server 5.0. Jika langkah demi langkah dilakukan dengan benar, maka Anda bisa mengatasi upgrade yang selama ini gagal Anda lakukan.

Export PDF menjadi JPG

Saturday, June 6th, 2009

Terkadang kita membutuhkan untuk mengexport file PDF kedalam bentuk JPG. Caranya adalah dengan memanfaatkan imagemagick.

Jika Anda belum menginstall imagemagic, install dengan mengetikkan perintah dibawah ini pada konsole:

sudo apt-get install imagemagick

Jika Anda telah menginstall paket imagemagick, berikutnya gunakan salah satu tools pada image imagemagic yang bernama convert. Berikut contoh penggunaannya:

convert   nama-file-sumber.pdf    nama-file-tujuan.jpg

Bagaimana jika file PDF-nya memiliki lebih dari satu halaman? File JPG akan terbentuk sebanyak halaman dengan pemberian nama otomatis, yakni pemberian tambahan pada nama file berupa angka counter.