Archive for the ‘LinuxMint’ Category

Mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8

Sunday, January 24th, 2010

Sebelumnya, saya pernah menulis tentang mengganti Grub Splash Images pada Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Kali ini, saya ingin berbagi cara mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8. Hal ini berawal dari Remastering Linux Mint 8 yang berakibat pada Grub Splash Images standar yang seharusnya menggunakan background wallpaper Linux Mint, berubah menjadi background hitam atau lebih tepatnya seperti background Grub Ubuntu. Berikut ini cara mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8:
1. Siapkan gambar yang anda suka. Rubah ukuran gambar sesuai resolusi layar anda, atau sesuai keinginan anda. Kali ini, saya menggunakan resolusi 1024×600 pixel, sesuai reolusi layar monitor notebook Lenovo S10-2 Ideapad milik saya. Untuk ekstensi gambar, rubah menjadi .PNG atau .TGA.
(more…)

Belajar Linux; Install Wifi Broadcom di Linux Mint 8

Monday, December 7th, 2009

Proses belajar Linux kali ini, saya belajar untuk menginstal wifi broadcom yang ada pada notebook saya. Saya akan menjelaskan apa yang telah saya lakukan untuk bisa mengistal wifi broadcom tersebut.
1. Instal Ndiswrapper melalui perintah sudo apt-get install build-essential pada terminal. Usahakan laptop atau notebook anda terhubung ke internet. Karena, proses instalasi membutuhkan koneksi internet.
2. Copy file bcmwl5.inf dari driver bawaan ke folder home.
3. Buka Ndiswrapper atau Windows Wireless Driver melalui Menu – Administration – Windows Wireless Driver.
4. Instal file bcmwl5.inf melalui Windows Wireless Driver. Pada saat pertama kali mengistal, akan ada konfirmasi kalau Hardware yang ada belum terinstal. Kalau tidak ada konfirmasi, berarti file bcmwl5.inf akan disilang.
5. Buka Hardware Drivers melalui Menu – Administration – Hardware Drivers. Maka proses pencarian Hardware akan berjalan otomatis. Setelah itu, anda pilih Driver Broadcom STA Wirelles Driver, lalu klik aktifkan. Maka proses download dan intal akan berjalan asalkan anda masih terkoneksi dengan internet. Setelah itu, restart Laptop atau notebook anda.
Anda bisa cek di iwconfig. Maka akan muncul tulisan seperti ini
eth3 IEEE 802.11 Nickname:”"
Access Point: Not-Associated

Semoga tips ini bermanfaat bagi anda. Sayangnya saat melakukan insatalasi wifi broadcom di notebook saya, saya lupa untuk membuat screenshotnya. Jadi, mohon maaf jika kurang lengkap. Selain itu, jika file bcmwl5.inf masih disilang, anda bisa mengulanginya lagi dengan cara remove driver Broadcom STA Wirelles Driver, dan mengulangi cara di atas tanpa instal build essential.
Tulisan ini pernah saya tulis di sini

Share Telkomsel Flash di Linux Mint 7

Wednesday, September 9th, 2009

Karena salah paham dan kurang pengalaman, saya menggunakan 2 cara yang berbeda. Pertama saya menginstal dan menggunakan program Firestarter. Tapi setelah terinstal, dan internet “Tjap Bledheg” ter-share, saya merasakan internetnya tersendat-sendat. Bukannya tidak cepat atau diskonek, tapi untuk browsing terasa ada seperti traffic-light-nya. Aku pikir karena firestarter-nya yang kemudian si kambing hitam ini aku uninstall sementara. Selanjutnya saya memakai mantra yang biasa buat menshare internet. Ternyata masih bermasalah tersendat-sendat browsingngya…ditelusuri lebih lanjut, ternyata DNS Telkom Flash yang secara misterius ganti tiap 24 jam sekali dan saya tidak bisa meng-capture DNS tersebut (doh)

Jadi baik pakai Firestarter maupun mantra, sebetulnya sama saja : internet bisa ter-share dengan mudah, dan koneksi-pun tetap cepat.

Saya ceritakan satu-satu :
(more…)

Share Printer Linux Mint Cara Gue

Tuesday, September 8th, 2009

Banyak cara yang bisa dilakukan di linux untuk mengerjakan sesuatu. Ini adalah salah satunya. Men-share printer dengan kompyuter lain, ada beberapa trik yang bisa ditempuh. Bisa menggunakan goyang Samba ataupun mantra-mantra. Kali ini saya memilih langkah yang saya anggap mudah biar kompyuter klien bisa ikut-ikutan ngeprint. Cara ini sudah saya terapkanbaik di router (sever) ataupun  client menggunakan Ubuntu 8.10, Linux Mint 7, Xubuntu 7.10. Jadi, terbukti handal di lingungan Ubuntu dan variannya.

Sederhana saja :

Sisi Server

1. Saya menggunakan printer Canon Pixma iP 1980 yang telah terinstal driverl dan bisa berjalan normal di server. Penjelasan instalasi driver printer ini ada di sini atau di sana sama saja.

2. Klik Menu=>Administration=>Printing

Menu-Administration-Printing

Menu-Administration-Printing

3. Setelah muncul jendela Printer Configuration. Klik Tab Server=>Setting

Server-Setting

Server-Setting

4.  Akan Muncul jendela Basic Server Setting . Hilangkan tanda centang (ato contreng?) yang ada. Sisakan 2 di Publish share printer…dst dan di Allow printing from Internet.

Basic Server Setting

Basic Server Setting

5. Klik Oke. Sisi Server selesai.

SISI CLIENT

1. Tanpa susah payah, langsung saja klik Menu=>Administration=>Printing

Menu-Administration-Printing

2. Setelah muncul jendela Printer Configuration. Klik Tab Server=>Connect

Server-Connect

Server-Connect

4. Isikan IP komputer server printer, di sini misal 192.168.0.1

Alamat IP komputer server printer

Alamat IP komputer server printer

5. Klik Connect. Tunggu sesaat. Kalo jaringan LAN normal, akan muncul icon printer yang dimaksud. Di sini berati  iP 1900 series. Lanjut dengan mengklik Tab Server=>Settings

Server-Setting

6.  Kali ini, beri centang semua pilihan yang ada (meski Save Debugging..dst-nya saya kosongi, males nyimpen aja :P )

Centang Semuanya aja

Centang Semuanya aja

7. Klik Ok

Selesai! Silakan bisa langsung dicoba print dari PC-client (dance) Enak to…

Eh iya, di Xubuntu 7.10 komputer kudu di restart dulu… tapi apa ya masih ada yang nekat mo pake Xubuntu 7.10 (selain saya) (lmao)

Tampang Windows, Hati Tetap Linux

Sunday, September 6th, 2009

Repost dari tulisan Diki yang telah dipublikasikan di: Linux Mint keren yang Windowslook dan di Mengubah Linux Mint menjadi Windowslook.

Membuat tampilan Linux Mint (gnome) seperti Windows:

Klik kanan Mint Menu yang ada di panel di pojok kiri bawah:

> Preferences > hapus Button text > ganti Button icon dengan:

> gambar start yang diambil dari windows.

Copykan ke /usr/lib/linuxmint/mintMenu/ > klik kanan > open as root > paste.

> close.

Klik kanan pada panel > Background > centang Background image.

> gambarnya diganti gambar:

> taskbar dari windows > close.

Klik kanan pada Desktop > Change Desktop Background > Theme > Customize > Control > pilih Mist.
> Icons > pilih Gion atau Win7.lookalike.1.0.2 atau terserah.

> close > close.

Atur launcher panel, paling kanan adalah date & time, sebelah kirinya adalah volume control dan notification area, atau terserah.
Di sebelah kanan menu yang sudah diganti start, taruh launcher sak karepe, paling kanan adalah Window list.

Tambah huruf dari windows dengan cara copy > /usr/share/fonts/ > open as root > paste, atau $sudo apt-get install mscorefont kalau sedang nyambung ke internet.

Atur huruf:
application font = tahoma 10,
document font = verdana 10,
desktop font = tahoma 9, atau terserah yang penting mirip windows.

> close.

Klik Menu > All application > preference > mintDesktop > Desktop item:
pilih Computer dan Trash. Setelah tampil di desktop di-rename menjadi My Computer dan Recycle Bin.
Document dibuatkan shortcut di Desktop dan di-rename menjadi My Documents.
Kecilkan icon di Desktop dengan cara:
Alt+F2 > gconf-editor > apps > nautilus > icon_view > default zoom level > dari standard diganti small.

Sekarang tampilannya begini:

> keren ya?

Walaupun sudah berhasil $sudo apt-get install startupmanager tapi nggak bisa jalan. Jadinya belum bisa mengatur usplash. Sementara timeout grub disetel 0 detik dan usplash dihapus dengan cara $sudo apt-get autoremove usplash, sehingga booting dengan text supaya tidak ketahuan Linux Mint-nya.
Sayangnya, gambar start itu tidak mau mepet ke kiri, tapi nggak apa-apa.

Catatan Andy MSE | Kecakot: Diki adalah anak saya yang pertama, saat ini duduk di bangku SMP kelas IX. Dia pengguna Linux sejak 2006, pertama kali saya perkenalkan dengan RedHat dan mulai menggunakan Mandriva 2006. Tahun-tahun berikutnya berganti-ganti menggunakan IGOS Nusantara, Mandriva 2007, OpenSUSE 10.2, Fedora 10, Ubuntu 8.04, 8.10, dan 9.04, juga LinuxMint Cassandra dan Gloria. Mungkin karena daya pikirnya masih tajam, justru Diki lebih hafal perintah-perintah dasar dibanding saya. Namun, masih kurang berani dalam bereksperimen. Sampai sekarang, Diki belum bisa meninggalkan Windows untuk nge-game. Kesukaannya adalah game balap dan sepakbola. Foto lama Diki ber-Linux bisa dilihat di Kekasih Cah Bagus.

Bermain-main background grub dengan grub-gfxboot di LinuxMint

Friday, August 28th, 2009

Saya bermain-main grub-gfxboot ini di LinuxMint, salah satu distro Linux yang sejak paket perdananya sudah dilengkapi dengan grub-gfxboot. Letaknya ada di /boot/gfxmenu/ dengan dua pilihan yaitu DEW, yang file-nya ada di /boot/gfxmenu/linuxmint.message, tampilannya seperti pada gambar sebelah kiri, dan STRIPED, yang file-nya ada di /boot/gfxmenu/striped.message, tampilannya seperti pada gambar sebelah kanan.

dew-and-striped

Pemilihan mana yang akan digunakan bisa diatur di /boot/grub/menu.lst. Coba edit file tersebut dari terminal:

~$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Nanti akan terbuka jendela gedit. Simak bilamana ada tulisan seperti ini:

## Graphical boot menu location
gfxmenu=/boot/gfxmenu/linuxmint.message

Silahkan ganti /boot/gfxmenu/linuxmint.message dengan /boot/gfxmenu/striped.message, maka tampilan background grub akan berubah sesuai file-file yang ada pada striped.message.

Pengin ganti gambar??? Caranya gampang! (bringit)

Silahkan tilik dulu file-file yang ada di /boot/gfxmenu/. File linuxmint.message dan stripes.message itu sepertinya file arsip biasa. Klik kanan dan lihat properties salah satu file itu. Ketahuan bahwa itu adalah file arsip cpio, yang dibuat dengan aplikasi pengarsipan cpio yang biasanya sudah disertakan dalam paketan distro Linux.

Copy salah satu file itu misalnya linuxmint.message dan taruh di sembarang folder, misalnya di /Desktop/. Klik kanan dan extract here! Hasilnya adalah folder linuxmint.message_FILES. Di dalam folder itu ada file gambar dengan nama back.jpg. Ukurannya 800×640 pixel. Hapus saja file itu dan cari gambar lain yang sedulur suka. Rename menjadi back.jpg dan masukkan ke dalam folder linuxmint.message_FILES. Jadikan kembali file arsip cpio dengan cara (mengikuti contoh letak file, bisa ke nama asli atau menjadi sembarang nama):

~$ cd Desktop/linuxmint.message_FILES
~$ sudo -s
~# ls . |cpio -o > kreasiku.sendiri

Untuk keamanan, lebih baik file kreasiku.sendiri itu dipindah saja ke folder yang untuk mengutak-utiknya butuh root privileges. Atau, langsung saja arsipkan ke folder asal dengan cara:

~# ls . |cpio -o > /boot/gfxmenu/kreasiku.sendiri
~# exit

Setelah itu edit lagi:

~$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Ganti:

gfxmenu=/boot/gfxmenu/linuxmint.message

Dengan:

gfxmenu=/folder/kreasiku.sendiri

Bila diarsipkan di folder asal, berarti diganti seperti ini:

gfxmenu=/boot/gfxmenu/kreasiku.sendiri

Tutup terminal > restart… dan nikmati gambar kreasi sedulur sekalian tampil sebagai latar belakang grub!

Berikut ini kreasi saya dan Diki:

grub-gfxboot kreasi Diki dan Andy

Tips and Trick:

  • Bila komputer sedulur menggunakan widescreen, misalnya 1280×800 pixel, ada baiknya edit dulu menggunakan GIMP dan resize gambar yang sedulur suka secara proporsional sesuai lebar layar, selanjutnya scale secara tidak proporsional menjadi 800×640 pixel. Preview-nya mungkin kelihatan kurang bagus, namun sebagai background grub akan tampil secara proporsional.
  • Bila belum ada aplikasi pengarsipan cpio, silahkan ambil di http://gnu.org dan install. Untuk mengetahui cara menggunakannya, tilik dari terminal: ~$ cpio --help.
  • Bila sedulur sekalian menggunakan Ubuntu atau Blankon, silahkan ikuti cara yang ditunjukkan sedulur Muhidin di sini

..::tulisan ini juga dipublikasikan di: http://andy.web.id::..

Koneksi Modem CDMA SpeedUp 3G SU-6200U di LinuxMint

Friday, August 21st, 2009

Berbagi pengalaman oleh: AndyMSE

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan hadiah Paket Kartu IndosatM2 Truff dari Mursid, seorang blogger Bengawan. Kartu itu adalah kartu koneksi internet CDMA prabayar. Berhubung Mursid juga mendapatkannya sebagai hadiah, padahal tidak punya perangkat modem CDMA, daripada tidak dimanfaatkan diberikanlah kepada saya. Tentu saja saya senang sekali. Saya membayangkan, bisa melakukan koneksi internet yang cukup lancar melalui hape Nokia 6225 milik Bu Noor dengan menggunakan kabel DKU-5, atau menggunakan Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U yang ada pada saya, bekasan dari Bu Upik yang sekarang tidak digunakan lagi karena patah antenanya.

Masalahnya… Hape Bu Noor tentu saja tidak bisa saya gunakan setiap saat, sedangkan Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U itu tidak ada drivernya karena CD driver bawaannya hilang entah kemana.

Nah, semalam 20/08/2009, saya mencoba menggunakan Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U di Linux Mint untuk melakukan koneksi internet.

Ketika modem dicolok ke USB dan membuka terminal untuk mengetikkan ~$ lsusb ternyata modem terdeteksi sebagai Huawei  Technologies Co., Ltd. E620 USB Modem.. (woot) 

mendeteksi dengan lsusb

Segera saja dilakukan setting WvDial dengan mengetik ~$ sudo gedit /etc/wvdial.conf dan membuatkan “Dialer” baru –dalam contoh menggunakan nama truff–. Jujur saja, saya tidak tahu semua arti dari kode-kode itu karena hanya niru dari “Dialer” yang sudah ada dan merubah sedikit saja. Yang saya tahu hanya AT+CRM=1 adalah extra setting yang biasa digunakan untuk koneksi modem CDMA, Modem type sudah jelas, Baud untuk memasukkan kecepatan maksimal, Modem menunjukkan letak modem, dan yang paling penting adalah Phone = #777, selanjutnya username dan password.

-*wvdial.conf(-etc)-gedit

Setelah selesai, konfigurasi tersebut disimpan dan ditutup untuk kembali ke terminal. Untuk melakukan konksi internet,  cukup dengan memanggil Dialer dengan mengetikkan ~$ sudo wvdial truff dan setelah menunggu sebentar, tersambunglah ke internet.

sudo wvdial truff

Untuk mengakhiri koneksi, tekan Ctrl+C, untuk menutup terminal tekan Ctrl+D atau Alt+F4

Sebelum berselancar kemana-mana, karena Kartu Truff itu masih baru, harus dilakukan aktivasi dimana khusus untuk aktivasi ini username yang digunakan adalah indosatm2@indosatm2 dengan password prabayar. Setelah aktivasi selesai,  segera disconnect dan reconnect dengan username dan password yang baru didaftarkan. (banana_cool)

Ketika saya akan mengakhiri sesi berinternet-ria, tak sengaja nge-klik ikon network connection di panel… Bhadala… (bigeyes) Ternyata saya telah melakukan langkah sudo-sudoan yang membingungkan padahal sudah disediakan langkah yang lebih mudah.  Ada “Auto Mobile Broadband (CDMA) connection” di situ.

auto-cdma-connection-click-saja

Langsung saja disconnect  untuk benar-benar mengakhiri sesi berinternet-ria untuk mencoba cara koneksi yang berbeda.

Klik kanan ikon network connection di panel > Edit Connections > Mobile Broadband > klik Auto Mobile Broadband (CDMA) connection > klik Edit.

auto-cdma-edit-connection

Di sini hanya perlu memasukkan dialing number yaitu #777, username dan password.

edit-cdma-connection

Tutup dengan cara klik Apply dan selanjutnya klik ikon network connection di panel > klik Auto Mobile Broadband (CDMA) connection dan tunggu beberapa detik saja.

established

Naaaaaaaaaaaa…. sudah konak konek kan??? (banana_rock)

Untuk mengakhiri koneksi, klik ikon network connection di panel > klik disconnect di bawah Auto Mobile Broadband (CDMA) connection.

Oh ya, Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U itu bentuknya seperti ini. Antenanya yang patah telah diganti dengan seutas kawat berisolasi dengan diameter dan panjang tertentu (yang hijau itu lho!).

speedup-su-6200u

Sebagai sebuah teknologi, dibandingkan dengan GSM, ternyata CDMA tidak bisa dipandang sebelah mata.  Kecepatan koneksinya lumayan, dan lebih stabil dibandingkan GSM. Sayangnya, sebagai sebuah modem, Speed@Up 3G SU-6200U itu suka panas bila digunakan terlalu lama… Dulu, pernah beberapa kali  panas dari modem itu merusak RUIM yang digunakan, bahkan sampai melengkung.

kartu-melengkung

Herannya, lebih dari 4 jam saya gunakan untuk berbagai keperluan berinternet yang normal sebagaimana biasa saya lakukan, Modem CDMA Speed@Up 3G SU-6200U itu hanya menghangat biasa saja di Linux Mint

(panic) jangan-jangan ada penunggunya… (ninja)

———

Silahkan simak juga:

Bikin Chrome LinuxMint7 cara gue!

Monday, August 17th, 2009

Membaca tulisan Chromium kang Andy MSE, tentulah sebagai pemula di linux, pengen menerapkan ilmu yang di dapat.

segera saja saya ketik di Terminal :
sudo apt-get install chromium-browser

ternyata yang muncul :
E: Couldn't find package chromium-browser
(more…)

Chromium Browser | Google Chrome untuk Linux

Tuesday, August 11th, 2009

logo-chromiumMungkin banyak sedulur yang terpesona oleh Google Chrome, browser ringkas dan enteng keluaran Google. Sayang sekali, sampai sekarang hanya tersedia versi untuk Windows saja. Bagi pengguna Linux, yang ingin menggunakannya, ternyata ada Chromium. Silahkan coba ambil dari sini! Ekstrak saja file .zip-nya, langsung panggil executable file “chrome” untuk mencicipinya.

Chromium is an open-source browser project that aims to build a safer, faster, and more stable way for all Internet users to experience the web.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa beda Google Chrome dengan Chromium? Bisa jadi saja saya salah mengartikan, namun ketika pertama kali membuka Chromium, terpampang tulisan berikut ini:

Chromium is an open source browser project. Google Chrome is a browser from Google, based on the Chromium project (more…)

Mengembalikan Grub

Monday, August 10th, 2009

Ini sering jadi masalah buat saya yang 1 partisi hardisknya memang diluangkan buat mencoba distro-distro baru. Sering Grub Ubuntu / Linux Mint Gloria (sekarang) ketimpa distro baru.
Ada 2 jalan yang menjadi andalan saya untuk mengembalikan GRUB.

=> Gunakan LiveCD Ubuntu atau Linux Mint, sama saja. Masuk ke desktop LiveCD, buka terminal. Masuk sebagai root dengan mengetikkan :
$sudo su

1. Ketikkan (masih di terminal, tadi):
#grub
(more…)