Archive for the ‘Informasi, Motivasi’ Category

Linux, penyedia OS terbanyak dan teraktif

Saturday, February 20th, 2010

Netbook sebagai alat untuk membantu pekerjaan ringan dan bersosial network menjadi suatu pilihan karena bentuknya yang kecil dan ringan, mudah dibawa kemana-mana, daya tahan baterai yang lebih lama, storage penyimpanan yang lumayan besar dan kuat jika memakai SSD. Selain bisa untuk membawa dokumen yang lumayan lengkap, untuk presentasi dan memiliki papan keyboard yang manusiawi, fungsi internet sangat melekat pada netbook, memang netbook hadir untuk berbagai kemudahan dan tentusaja fungsionalitas harus menjadi tolok ukur utama, selain harga yang selalu bersaing.

Jangan sampai hanya karena speed prosesor dan performans dalam menjalankan task program menjadikan nilai tambahan yang sifatnya negatif, hanya karena kehadiran netbook yang biasanya sudah bundling dengan preinstall OS, yang kadang karena kekurang nekatan saja sehingga harus selalu bergantung pada sistem operasi komputer yang sudah dikenal lama meski dengan performa yang sudah tidak bisa diandalkan lagi. Sehingga banyak cerita tentang kekecewaan menggunakan netbook.

Sistem operasi sebagai ruh dari sebuah perangkat komputer, harus dipilih dengan bijak selain untuk membantu pekerjaan juga mempertahankan semangat untuk bekerja. Semisal netbook yang menjadi lambat karena salah memilih sistem operasi, atau kena virus sehingga menyebabkan hari yang seharusnya indah menjadi hari penuh petaka dan uring-uringan, semata. Piranti Backup menjadi sangat penting, namun apakah harus setiap hari membackup data kita, pilihan cloud computing adalah sebuah solusi namun sejauh mana para pengguna netbook memanfaatkannya, kadang malah belum dengar (lmao).

Bukan berarti dengan preinstalled bundling sistem operasi pada netbook maka kita harus menggunakannya, atau tergantung pada itu. Tidak, karena banyak opsi lain dan sistem operasi yang super keren, apalagi yang masih bundling dengan XP mungkin harus segera berpikir untuk upgrade ke seven dengan biaya tertentu. Tidak harus karena sistem operasi tidak berbayar alias Free dan gratis banyak menjadi pilihan. Sistem operasi netbook yang bisa digunakan dengan mudah dan support dengan mesin berspesifikasi rendah harus diperhitungkan dan selayaknya dicoba, toh dengan netbook tidak mungkin akan mengerjakan sesuatu yang membutuhkan resource besar seperti editing audio visual atau grafis yang membutuhkan spesifikasi high end.

Berikut daftar OS – Operating system yang mutakhir, populer dan patut dipertimbangkan:

Tampilan Sistem Operasi Jolicloud

Jolicloud (Linux, Gratis)

Jolicloud memang dibuat dan dipersiapkan untuk sistem operasi netbook, menggunakan kombinasi antara Linux Debian dan Fedora dilengkapi dengan WINE untuk mensupport aplikasi-aplikasi yang hanya berjalan di Windows. Jolicloud di atur sedemikian rupa sehingga berjalan dengan mulus dan baik pada komputer dengan sumberdaya rendah dan layar kecil. Aplikasi-aplikasi dan ruang penyimpanan berbasis web lebih diutamakan sehingga sangat berbeda dengan tehnologi komputer tradisional yang mengharuskan semuanya ada dalam komputer itu sendiri, sehingga kekurangan ruang penyimpanan data – storage – bisa diatasi dengan menyimpan data pada server besar dukungan Jolicloud. Semua aplikasi berjalan pada fullscreen mode secara default, dan support akan aplikasi-aplikasi baru bisa dilihat pada direktori yang ada. Tim Jolicloud secara istimewa mengatur semuanya termasuk kompatibilitasnya. Jolicloud dapat diinstal bersama dengan semua sistem operasi yang ada, dan untuk windows ada alat khusus untuk menginstalnya secara sangat mudah. Besar file master seperti biasa dengan OS ringan lainnya yaitu 600an MB.

Tampilan Sistem Operasi Windows 7

Windows 7 (Windows Seven, Home Premium seharga 165 USD)

Dengan wajah dan banyak perubahan dari XP dan Vista, Windows 7 berjalan sangat bagus pada komputer netbook, ringan, dan irit baterai karena sistem manajemen power yang diperbaharui. Kelebihan dari Windows 7 adalah terutama tidak harus belajar kembali OS lain, dan hanya sekedar mengintegrasikan kehidupan berbasis Windows anda pada netbook.

Tampilan Sistem Operasi Ubuntu Netbook Remix

Ubuntu (Linux, Free)

Ubuntu Netbook Remix, lihat screencast. Ubuntu bisa berjalan sangat lancar pada komputer dengan suberdaya dan spesifikasi rendah seperti netbook. Ubuntu Netbook Remix menyediakan banyak sekali kenyamanan berkomputer, bukan hanya karena sebuah distro Linux yang sangat populer, namun memberikan pengalaman dalam visibilitas menu, kebebasan, dan pengalaman baru dalam berkomputer. Ubuntu Netbook Remix ini memang dulunya dipersiapkan antara Intel Atom bersama Canonical, dalam projek Moblin sebelum dengan Nokia sekarang, sehingga tidak heran mengapa banyak preinstalled bundling netbook yang berisi UNR.

Tampilan Sistem Operasi Mac OS X pada netbook

OS X (Mac)

Semuanya hampir sama, dalam penginstalan maupun pemakaian sebagaimana OS yang lain, bagi para penggemar Mac pastilah menginstal OS X pada netbook mereka, meskipun Mac tidak bertanggunjawab apabila software Mac tidak berjalan pada sistem non-Apple, namun memang bisa diinstal di netbook apapun, meski tidak boleh protes ketika Wifi atau ada hardware yang tidak bisa berfungsi dengan baik, dan tidak ada support sama sekali dari Apple. Namun ada jalan keluarnya jika ingin melakukannya yaitu dengan memilih netbook yang kompateibel dengan sistem operasi OS X atau Hackintosh, dapat dipastikan bila memang kompatibel maka pasti netbook dengan OS X pasti akan berjalan dengan baik.

Tampilan Sistem Operasi Linux Mint pada netbook

Linux Mint (Linux, Gratis)

Linux Mint adalah distribusi Linux dengan penekanan dan menonjolkan pada fitur aksesibilitas dan segala kemudahan pada pengguna Linux baru. Sangat ringan, fungsional dan jika memerlukan software tambahan maka anda akan dibawa ke Repository Ubuntu yang penuh dengan kemudahan akses. Sangat netbook oriented, dan tentu saja dukungan komunitas yang tidak terbatas untuk memastikan kompatibilitas dan berbagai standar untuk perangkat keras Netbook.

Tampilan Sistem Operasi Crunchbang Linux pada netbook

Chrunchbang Linux (Linux, Gratis)

Crunchbang Linux adalah juga Netbook berbasis linux distribusi Ubuntu secara minimalis dengan tweak yang istimewa untuk kecepatan dan Openbox window manager dan GTK+ applications. Distribusi ini dilaporkan sebagai A Faster Ubuntu, meski tidak harus menggunakan perangkat yang terbaru. Namun seperti biasa untuk membeli perangkat komputer, haruslah juga merencanakan dan cek kompatibilitas hardware dengan sistem operasi yang akan dipakai. Dan semua kelebihan distribusi Linux adalah dukungan komunitas yang antusias dan saling tolong menolong.

Tampilan Sistem Operasi OpenSUSE Linux pada netbook

Open SUSE (Linux, Gratis)

OpenSuse, adalah distro Linux yang besar, berbasis KDE 4.3 dan GNOME 2.28 serta dukungan komunitas bersama Novell yang sangat kuat, memberikan pengalaman baru dalam berkomputer dengan kelebihan-kelebihannya yang fantastis. Seperti biasa seluruh OS sekarang sudah bisa diinstalkan melalui USB flash. Sekarang sudah support Live Update dan dalam versi 11.2 mengikut sertakan YaST Web. Serta tidak kata lain selain untuk mencoba juga distro yang satu ini.

Nggak kebayang dari sekian OS yang mantab untuk Netbook, hanya dua yang non Linux, tapi mengapa masih banyak yang belum berani mencoba opensource yang ternyata handal dan user friendly. Meski kadang opensource memang ada keterputusan dalam kesinambungan dan perkembangan serta komunitas yang kadang menjadi fanatik, toh umur perangkat netbook juga tidak selama pemilu berikutnya kadang. (haha)

Via [Lifehacker dan Sistem Operasi untuk Netbook]

Laporan Pandangan Mata Dari Acara OpenSUSE 11.2 Release-Party di Bandung, Indonesia

Thursday, November 19th, 2009

opensuse11.2OpenSUSE 11,2 telah dirilis pada Kamis, November 12, 2009. Seiring dengan itu berbagai kegiatan untuk mempublikasikan kehadiran versi teranyar salah satu distro linux tersebut bergulir seperti guliran bola salju.

Di Indonesia sendiri, kehadiran openSUSE 11.2 disambut dengan sebuah kegiatan pesta peluncuran atau istilah kerennya release-party yang diselenggarakan pada hari minggu, 15 Nopember 2009. Acara yang diselenggarakan di kota Bandung tersebut bertempat di salah satu ruang yang merupakan bagian dari bangunan gedung Konperensi Asia-Afrika di jl. Asia-Afrika, Bandung. Mengingat acara ini diselenggarakan di Bandung, saya menyempatkan untuk ikut hadir dalam acara release-party tersebut walaupun sebenarnya saya sendiri adalah seorang Ubuntuers. (more…)

Easy Peasy, Ubuntu untuk Netbook

Saturday, October 17th, 2009

Oleh-oleh Andy MSE dari Gunung Kelir:

Kesuksesan pak Sawali Tuhusetya menggunakan Ubuntu 9.04 membuat saya mikir-mikir, apa nggak terlalu kecil menu-menu Ubuntu di layar se-mini punya netbook itu? Ini menjadikan saya penasaran untuk mencari-cari distro Linux untuk netbook yang cukup powerfull.

Pada waktu menikmati banjir benwit di Gunung Kelir beberapa waktu lalu, saya sempat mengunduh Easy Peasy update terbaru 31 Agustus 2009 yaitu Easy Peasy 1.5 yang berbasis pada Ubuntu 9.04. Saya pun menginstallnya di laptop jadul Acer Travelmate 2423 menggunakan ISO sebesar 825.2MB yang saya masukkan ke dalam startup flashdisk.   Senyampang Ubuntu 9.10 masih dalam penantian selama beberapa hari ke depan, tidak ada salahnya mencoba Easy Peasy 1.5 ini. Lagipula rilis Easy Peasy biasanya diterbitkan lebih lambat 1-2 bulan mengikuti Ubuntu, induknya.

Easy Peasy adalah distro Linux untuk netbook yang dikembangkan di Norwegia oleh Jon Ramvi sejak Desember 2007. Awalnya bernama Ubuntu Eee yang merupakan modifikasi Ubuntu untuk mendukung Asus EeePC. Setahun kemudian, barulah berganti nama menjadi Easy Peasy, sebagai tindak lanjut atas komplain dari Canonical kepada Jon Ramvi pada 10 September 2008 berkaitan dengan penggunaan nama, logo, url, dan merek dagang.

Ini justru meneguhkan Easy Peasy berdiri sebagai distro tersendiri yang berbasis Ubuntu dengan rilisnya yang pertama Easy Peasy 1.0 pada 5 Januari 2009.

inside-my-computer

Walaupun tetap berbasis pada Gnome, tampilan antarmuka Easy Peasy yang disebut Netbook Remix, sangat cocok untuk laptop mini yang berlayar kecil. Ikon-ikon menu tertata rapi di kiri dan kanan desktop tidak perlu nge-klik ikon menu di panel. Ikon-ikon aplikasi akan muncul di bagian tengah mengikuti klik ikon menu di sebelah kiri, sedangkan klik ikon menu di sebelah kanan akan memunculkan jendela. Pada sceenshot di atas, karena Travelmate itu bukan netbook, tampilan Easy Peasy  tampak longgar di layar berukuran 14.

Easy Peasy 1.5 update terbaru ini membawa sejumlah perbaikan termasuk banyak paket aplikasi aktual seperti OpenOffice 3.1 dan kernel Linux 2.6.30. Pengguna Easy-Peasy pun dapat memanfaatkan repositori Ubuntu untuk melakukan pembaruan/update. Saat ini sudah tersedia versi 1.6 (unstable), dan pengembangnya merencanakan versi Easy Peasy 2.0 yang nantinya memiliki fitur baru seperti Social Desktop, Single-Sign-on dan sinkronisasi data dengan sistem lain.

Berikut ini spesifikasi Easy Peasy:

Perusahaan/pengembang: easypeasy community, Keluarga OS: Unix-like, Model Sumber: Campuran (closed source mixed with open source), Rilis terakhir (stable): easypeasy 1.5 -31 Agustus 2009-, Bahasa: Multilingual (lebih dari 55), Metode pembaruan: APT (front-ends available), Paket manager: dpkg, Tipe kernel: Monolithic Linux kernel, Antarmuka default: GNOME + Ubuntu Netbook Remix, Lisensi: Mixed proprietary software licenses with GNU GPL and other free software licenses, Website/download: www.geteasypeasy.com

Sayang sekali, tidak ada GIMP yang disertakan pada paket perdananya dan saya gagal menginstall melalui “sudo apt-get install bla-bla-bla”. Ketika saya coba menginstallnya melalui add/remove, ternyata keluar warning seperti berikut ini:

can-not-installHal serupa saya alami saya mencoba menginstall aplikasi lain misalnya Wine, Inkscape, dan lain-lain. Sebetulnya ini bisa diatasi dengan mengganti sumber/repo-nya, namun saya memilih melakukan instalasi manual sesuai kebutuhan saya. Salah satunya, untuk install GIMP bisa menggunakan acuan di sini.

..::tulisan asli ada di Andy.Web.Id::..

VirtualBox di Ubuntu

Monday, September 14th, 2009

Malam ini saya mencoba install VirtualBox di laptop saya, masalahnya karena saya suka ngoprek mencoba distro baru jadinya daripada harddisk yang sering terformat lebih baik menggunakan Virtual. nah kali ini saya mencoba berbagi cara installnya dengan Anda kebetulan saya menggunakan Ubuntu sebagai OS nya.

Pertama install VirtualBoxnya

andi@clansoenda:~$ sudo apt-get install virtualbox-ose virtualbox-ose-source
[sudo] password for andi:
Reading package lists… Done

(more…)

18th Anniversary of Linux

Tuesday, August 25th, 2009

25 Agustus 1991, 18 tahun yang lalu dunia TI dikejutkan mail dari mahasiswa jelata (saat itu, sekarang sih sudah jadi multijutawan), yang dikirimkan ke milis comp.os.minix.

Mail yang berisi kode sumber bebas pakai dari kernel yang dia buat, ditengah sesaknya OS propietary yang dijual dengan harga gila-gilaan, membawa angin segar dan perubahan yang disambut suka cita. Melebihi harapan sang penulis kernel itu sendiri.
(more…)

migrasi ke ubuntu sabily.

Sunday, August 23rd, 2009

Ubuntu…!

ubuntu logo 3dAkhirnya aku jatuh cinta kepadamu, Setelah beberapa tahun yang lalu aku mengenal komputer. Aku sendiri tidak pernah namanya menjamah linux cs. Walaupun tahu kadang hanya sekedar melirik saja. Dan tanpa ku sadari sekian tahun itulah aku merelakan mataku ini memelototi sofware bajakan dan hasi cracking yang terlukis di monitor. Mulai dari X3 yang sering kupakai. Sampai cs3 yang sering menemaniku di rumah dan di kantor. Tanpa sadar telah kugadaikan sebuah moral untuk sebuah bajakan. (more…)

From Windows to Ubuntu

Saturday, August 22nd, 2009

Saya berkenalan dengan Linux adalah sekitar tahun 2007 lalu, yakni berkenalan dengan Mandriva. Diperkenalkan oleh Blogger Nasional. Akan tetapi saya pada waktu itu masih belum bisa menikmati keunggulan open source daripada Windows. Banyak hal pekerjaan bersentuhan dengan aplikasi mesin Jendela tersebut. Akhirnya, Mandriva-pun cuman bertahan saja di laptop tanpa pernah saya sentuh, sampai akhirnya laptop dipakai oleh orang lain dan saya berganti laptop yang murni 100% ber-Jendela.

Baru pada beberapa bulan lalu saya kembali tertarik dengan open source. Pilihan jatuh ke Ubuntu. Dan atas bantuan Blogger Nasional pula saya menginstal laptop ini dengan Ubuntu 9.04 agar tetap bisa dual-boot dengan Windows, sebab ada pekerjaan tertentu yang harus ber-Jendela. Semakin menyelam saya semakin tertarik dan semakin penasaran saja. Dan meski baru seumur jagung menggunakan Ubuntu saya dapat katakan lebih enakan pake ini dech. Lho kok bisa?

Pertama, no virus. Saya sering berhubungan dengan flashdisk karena memang selalu terjadi perpindahan data dari laptop teman-teman ke saya. Flashdisk yang dipakai sebagai tidak semuanya steril virus, dan komputer kantor harus diinstall ulang berkali-kali gara-gara virus itu. Dengan open source, virus Windows tidak bisa berjalan. Jika di dalam flashdisk ada aplikasi yang mencurigakan langsung saja saja pithes. Namun ini menjadi kelemahan pengguna open source karena tidak pernah tahu virus teranyar dan anti virus apdetan terbaru (rofl)

Kedua, memudahkan pengguna. Proses instalasinya lebih cepat dari pada Windows, hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, bandingkan dengan Windows yang butuh hampir 2 jam. Dan ketika menginstall Ubuntu, saya tidak perlu mengintall driver tambahan untuk hardware dan software standar untuk bekerja. Artinya begitu selesai instalasinya bisa langsung dipakai, bahkan beberapa hardware yang tidak jalan di Windows bisa berjalan lancar disini. Ketiga, mudah dioprek dan enteng. Kustomisasi pada Linux mudah dilakukan dan tidak memakan resource seperti di Windows. Seperti mengubah theme, mengubah compiz dekstop maupun menambahkan aplikasi lain seperti conky dll. Mudah dilakukan dan banyak petunjuknya bertebaran di internet. Dan yang penting tidak memakan resource dan memory sehingga tidak bikin lambat laju mesin. Keempat, lebih fleksibel dan kompatibel. Artinya, software aplikasi berbasis Windows dapat dibukak disini dan bahkan dapat dieksekusi dan jalankan juga.

Kelima, gratis dan bebas dosa. Yang namanya gratisan memang nyenengkeh. Semua software aplikasi disediakan bebas digunakan dan bebas diotak-atik sendiri. Kenapa bebas dosa? Karena gratis maka bebas diambil dan digunakan tanpa harus membajaknya. Tanpa membajak berarti tidak mencuri. Tidak mencuri maka tidak berdosa. Itulah alasan saya mengapa ber-urbanisasi dari Windows ke Ubuntu, sebagaimana prinsip urbanisasi adalah mencari yang lebih baik. Dari “pelosok desa” pindah ke “kota”.

juga dipublikasikan disini

Romadhon dan Syawal dengan Kstars

Friday, August 21st, 2009

Romadhon dan Syawal sudah di penghujung mata.

Tidak ada salahnya kalo kita kembali mereview program Kstars. Program ini dapat membantu memberi gambaran kapan 1 romadhon ato 1 syawal di tahun ini. Bahkan kalo tau rumusnya, dapat juga sebagai alat bantu menentukan waktu sholat.

Tentu saja Kstars ini bukan program real-time tapi merupakan sekumpulan data perhitungan konstelasi bintang gemintang. Jadi kalo emang lain ama kenyataannya..jangan diambil hati. Jadikan untuk bersenang-senang aja :D
(more…)

semua ini hanyalah masalah moral

Thursday, August 20th, 2009

bias-tegaralagaSudah lama aku merencanakan untuk meng’opensource’kan leptopku, namun karena satu hal dan lainnya terpaksa aku mengurungkan niatku. Namun kejadian malam itu saat kopdar bersama komunitas bengawan membuatku sadar. Malam itu ada sebuah pertanyaan dilontarkan seorang anggota komunitas kepada mas Andy, “kenapa memakai ubuntu?”, lalu mas Andy pun menjawab, “semua ini hanyalah masalah moral“.

Aku yang saat itu berada didekat mas Andy langsung sadar, perkataanya yang kecakot-cakot itu langsung menggena. Ketika dihadapkan pada sistem operasi aku tidak terlalu kena, karena sistem operasi Windows Vista yang aku gunakan berlisensi. Namun ketika dihadapkan pada software aplikasi aku jadi malu sendiri, ternyata moralku belum baik-baik banget, mulai dari Adobe Desain Premium CS3, Microsoft Office 2007, Corel X4, AntiVirus, bahkan sampai TuneUp Utilities 2009 pun hasil crack-crack’an. Hampir 90% software yang aku gunakan adalah software yang ilegal, dan itu tradisi yang sudah aku pelihara sejak 3 tahun memegang alat bernama komputer tersebut.

Sebenarnya ini hanyalah masalah legal dan ilegalnya sebuah software, kalaupun softwarenya itu bukan opensource namun software itu legal itu tidak masalah. Kalau ada program legal yang gratis ngapain harus bayar jutaan rupiah….??? Bukan berarti aku membenci Microsoft, aku sangat kagum akan strategi dagang Microsoft yang mampu merajai pangsa pasar sistem operasi, bahkan sampai saat ini. Mereka menutup kode sumbernya karena mereka juga butuh uang untuk menggaji programmernya, kalu kode sumbernya dibuka darimana mereka dapat uang karena setiap orang berhak memcopy paste kodenya. Namun bukan berarti juga opensource adalah identik dengan kata gratis…

Opensource tidaklah gratis kawan, namun sebagian orang beranggapan kalau segala sesuatu yang menyangkut opensource itu gratis. Opensource adalah sebuah program yang kode sumbernya dibuka, sehingga setiap orang berhak mengeditnya, menyempurnakannya, melaporkan bug-bugnya maupun menambahi hal yang dirasa kurang dengan tetap menyertakan penulis kode pertamanya. Menurutku itulah yang membuat perkembangan opensource sangat pesat, karena ada ribuan programmer diseluruh dunia yang siap membantu perkembangan program tersebut. Siapa sangka dengan industri opensource mampu membuat multimilyuner perusahaan seperti Novell (OpenSuse), Canonical (Ubuntu) dan lain sebagainya. Boleh saja programmer opensource menetapkan harga untuk program yang dia tulis dan menjualnya keperusahaan-perusahaan seperti diatas, karena programmer juga manusia, butuh makan, tempat tinggal, rokok, maupun untuk mengkoneksikan komputernya ke internet.

Kembali keleptop, sebenarnya kejadian aku meng’opensource’kan leptopku adalah sebuah kejadian yang benar-benar tidak sengaja. Aku mendapat pinjaman OpenSuse dari temenku, aku pengen nyobain juga rasanya pake OpenSuse. Setelah proses instalasi selesai, grub pun sukses mendetect Windows Vista dan OpenSuse. Setelah puas memperawani OpenSuse aku pun berniat untuk login ke Windows karena aku rasa OpenSuse terlalu kaku, tidak seperti Ubuntu. Namun winload.exe cannot load… wadepak…….!!! entah karena apa Windows Vista gagal booting, bahkan belon sampe POST. Karena tingkat frustasi yang lagi tinggi aku langsung format Windows dan OpenSusenya, kuganti dengan Ubuntu 8.10 *kiriman dari shipit*, dengan tetap meninggalkan data-data dan file multimedia *dunia hampa tanpa music*. Aku sadar aku nantinya akan direpotkan akan kompabilitas software pihak ketiga yang tidak menjadi masalah kalau aku memakai Windows, namun tidak apa-apalah, semua itu butuh proses, pembelajaran memang membutuhkan pengorbanan.

Aku hanya mempunyai sebuah impian yang agak gila kelak, seandainya saja industri close source seperti Microsoft bisa membantu penilitian untuk industri opensource seperti linux pastinya akan sangat menakjubkan, walaupun hanya sekedar donasi. Sehingga tidak ada lagi perpecahan diantara sesama industri pengembang perangkat lunak tersebut. Bayangkan saja andaikan 2 industri diatas bisa bersatu, dengan sumber daya manusia yang dimilikinya, dengan teknologi yang dimilikinya, dunia akan menjadi lebih baik dengan teknologi yang diusung mereka. Huh sebuah impian yang gila memang, namun bukanlah semua kenyataan berawal dari sebuah impian…

Ubuntu Linux for Human Being…

tulisan asli ada di: www.tegaralaga.com oleh Bias Tegaralaga

Windows Imperialism

Monday, July 20th, 2009

linux vs windows“Apalagi ini?” Tentu pertanyaan ini muncul ketika membaca judul postingan di atas. Yang pasti ada penjelasan yang masuk akal atas judul tersebut terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahasan tentang imperialisme bukan sesuatu yang baru bagi yang sudah pernah berkunjung dan membaca salah satu artikel utama serta beberapa postingan lain di blog ini.

(more…)