Archive for January, 2010

Install Pidgin di openSUSE 11.2

Wednesday, January 27th, 2010

Berbeda dengan Ubuntu yang menggunakan Pidgin sebagai standar aplikasi program untuk instant messaging (IM), openSUSE memilih untuk menggunakan Kopete untuk IM.

Bagi saya yang pengguna Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan sekarang sedang asyik dual booting dengan openSUSE 11.2, penggunaan Kopete di openSUSE tidak semudah Pidgin di Ubuntu. Itu sebabnya muncul keinginan untuk install Pidgin di openSUSE 11.2 yang saya gunakan.

  • Setelah mencoba ngoprek sana-sini akhirnya ketemu juga jalannya. Goto YaST >> Softwares Repositories, lalu klik Add.

  • Setelah itu akan muncul jendela, Pilih Specify URL >> Next

  • Lalu isikan
  1. Repository Name : Anubisg1
  2. URL : http://download.opensuse.org/repositories/home:/anubisg1/openSUSE_11.2

  • Langkah berikutnya, Goto YaST >> Software Management. Lalu ketik pidgin di kotak search. Setelah itu klik kotak pidgin lalu klik Accept.

  • Lalu klik C ontinue.

  • Tunggu proses sampai selesai.

Setelah selesai anda bisa langsung menggunakan dengan Goto >> Applications >> Internet >> Chat >> Pidgin.

Selamat mencoba…  :D

Mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8

Sunday, January 24th, 2010

Sebelumnya, saya pernah menulis tentang mengganti Grub Splash Images pada Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Kali ini, saya ingin berbagi cara mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8. Hal ini berawal dari Remastering Linux Mint 8 yang berakibat pada Grub Splash Images standar yang seharusnya menggunakan background wallpaper Linux Mint, berubah menjadi background hitam atau lebih tepatnya seperti background Grub Ubuntu. Berikut ini cara mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8:
1. Siapkan gambar yang anda suka. Rubah ukuran gambar sesuai resolusi layar anda, atau sesuai keinginan anda. Kali ini, saya menggunakan resolusi 1024×600 pixel, sesuai reolusi layar monitor notebook Lenovo S10-2 Ideapad milik saya. Untuk ekstensi gambar, rubah menjadi .PNG atau .TGA.
(more…)

Dasar : Susunan direktori di Linux

Friday, January 22nd, 2010

Jujur saja, saya jarang memperhatikan apa sih fungsi dari susunan direktori di linux yang saya gunakan selama ini, saya hanya tahu sebatas fungsi dari beberapa folder yang umum dan sering saya akses saja. Apalagi kalo lagi utak-atik, menambahkan package ini-itu, edit sana-sini, trial-error, dah nggak peduli lagi ada di folder apa dan kenapa file tersebut kok ditempatkan dalam folder tersebut (doh)

(more…)

Marble : Atlas Globe Desktop pada Karmic Koala

Monday, January 11th, 2010

Akhirnya saya beralih juga dari Jaunty ke Karmic juga. Ternyata ada hal-hal yang menarik dalam Karmic ini, dan bagi kita pengguna si Karmic Koala (Ubuntu 9.10), ada fasilitas yang belum ada di Ubuntu seri sebelumnya. Yakni, keberadaan Ubuntu Software Center.

Karmic memang juga masih memerlukan beberapa hal untuk dilakukan tweaking (seperti diungkapkan Mas Suryaden disini), namun keberadaan Ubuntu Software Center ini setidaknya sedikit memudahkan kerjaan tweaking tersebut. Tanpa harus menginstal Ubuntu Tweak terlebih dulu guna melakukan tweaking.

Salah satu yang menarik dari Ubuntu Software Center adalah keberadaan Marble, Desktop Globe. Sebuah atlas dalam bentuk software hasil karya KDE Education Project yang merupakan bagian dari KDE 4 Education Module for Free Open Source. Dalam Marble ini dilengkapi dengan titik koordinat letak kota yang kita cari, pada derajat lintang dan bujur berapa dia berada. Selain dapat dilihat dalam bentuk bulat (globe), dapat juga dibikin mendatar (flat). Juga ada peta jalan (street map). Tinggal disesuaikan saja dengan mengaturnya dari navigation panel. (rock)

Lebih menarik lagi, Marble tidak harus membutuhkan koneksi internet serta tidak perlu mesin komputer (hardware) yang mumpuni dalam menjalankannya. Seperti dalam rilisnya : Marbel is a generic geographical map widget framework for KDE 4 applications. The Marbel widget shows the earth as a sphere but does not require hardware acceleration. A minimal set of geographical data is included, so it can used wiyhout an internet connection. (applause)

Meski demikian Marble tetap bisa dijalankan online dan tentunya lebih banyak lagi mengakses data-data. Ini menurut saya cukup berbeda dengan Google Earth yang harus selalu dijalankan online dan harus dengan mesin komputer yang relatif mumpuni untuk mengaksesnya, serta sudah pasti nyedot benwit rada akeh. Sementara si Marble ini tidak demikian. Ringan dan kompatibel dengan mesin “kapasitas kecil”, dan tentunya dapat digunakan dalam pemberian pelajaran di sekolah.

Untuk install silahkan klik : Applications — Ubuntu Software Center — Education — Marble. Secara otomatis hasil instalasi akan diposisikan dalam Applications — Education — Marble

Selamat mencoba (gym)

Tulisan ini juga ada disini