Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10

March 7th, 2010

Setelah mencari kesana dan kesini, mencoba ini dan itu, akhirnya saya berhasil juga menginstall Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10. Apa itu Coverflow? Daripada saya jelaskan panjang lebar lebih baik Anda melihat sendiri Coverflow yang saya jalankan di notebook :)

Read the rest of this entry »

chat facebook via Jabber protocol

February 20th, 2010

Extensible Messaging dan Presence Protocol yang sangat dikenal dengan XMPP, muncul dari komunitas opensource Jabber pada tahun 1999. Jadi istilah Jabber dan XMPP kadang membingungkan karena sering dipakai secara bergantian, maklum karena sumbernya sama. Bahwa tehnologi ini diciptakan oleh Jeremie Miller pada tahun 1998. Karena perjalannanya dalam menggarap empat klien yang berbeda maka dia memutuskan untuk meng-opensource-kan saja protokol ini, agar setiap orang bisa memahami, membangun kebebasan berbicara dan bisa mendevelop tehnologi pesan instan sendiri yang:

Open – terbuka
Siapapun bisa membangun Jabber sendiri dengan spesifikasi dan standar tehnologi yang terbuka
Desentralisasi
Siapapun boleh mendirikan server sendiri dan interkoneksi dengan server yang lainnya
Secure – aman
Fitur enkripsi, otentikasi dan identifikasi yang handal untuk memastikan kerahasian, proteksi privasi dan mencegah spam
Fleksible
Jaber atau IM yang sama bisa untuk pertukaran data yang terstruktur

Dengan kata lain bukan tertutup, tidak aman, tidak mudah, tersentral, dan berhak paten. Saat Jeremie merilis server pertamanya pada tanggal 4 Januari 1999, komunitas opensource langsung merespon dan berkontribusi dengan menyediakan klien, komponen server, dan pustaka kode. Untuk saling berkomunikasi melalui internet, entitas ini menggunakan protokol XML pada umumnya pada kabel, yang kemudian dikenal sebagai Extensible Messaging and Presence Protocol atau XMPP, dan sisa cerita ada di sini

Itu saja perkenalan tentang XMPP bagi yang belum kenal, langsung dicomot dari sumbernya. Kabar yang terbaru adalah dari Facebook developer tentang Integrating Facebook Chat Everywhere oleh Serkan Piantino. Bahwa Facebook Chat sekarang support Jabber/XMPP, standar terbuka untuk pesan instan bagi para developer sekarang sudah dapat untuk mengintegrasikannya dengan pesan instan berbasis web, desktop maupun mobile.

Sehingga bagi para pengguna klien software instan messenger seperti Adium, iChat, atau Pidgin dan dengan Facebook Connect para pengguna dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan klien chat seperti Meebo bahkan AOL dengan versi AIM terakhirnya sudah mendukung pula, dengan demikian khususnya disini para pengguna Pidgin tanpa plugin Facebook Chat pun sudah bisa langsung menggunakan fasilitas Facebook Chat dengan mudah pada protokol XMPP atau Jabber.

Account Pidgin

Bagaimana caranya menggunakan Facebook Chat di Pidgin menggunakan XMPP:

  • Mulai dengan menambahkan akun dengan memilih protokol XMPP
  • Username, gunakan Facebook username, lihat pada http://www.facebook.com/username/
  • Domain, gunakan “chat.facebook.com”
  • Pasword, tentusaja password seperti biasanya

Modify Pidgin Basic Account

Setelah itu, pada tab Advanced, hilangkan centang pada “Require SSL”, Set koneksi pada port 5222, dan set koneksi server ke “chat.facebook.com”

Modify Pidgin Basic Account

Begitulah caranya, sangat mudah sekali sekarang, dan bagi yang menggunaan plugin Facebook pihak ketiga, sudah selayaknyalah menggunakan Facebook XMPP protokol ini. Karena sudah bagus dan terdokumentasi dengan baik sekali, juga implementasi XMPP ini resmi disupport dan akan berjalan dalam jangka yang sangat panjang.

Via [Facebook Chat]

Linux, penyedia OS terbanyak dan teraktif

February 20th, 2010

Netbook sebagai alat untuk membantu pekerjaan ringan dan bersosial network menjadi suatu pilihan karena bentuknya yang kecil dan ringan, mudah dibawa kemana-mana, daya tahan baterai yang lebih lama, storage penyimpanan yang lumayan besar dan kuat jika memakai SSD. Selain bisa untuk membawa dokumen yang lumayan lengkap, untuk presentasi dan memiliki papan keyboard yang manusiawi, fungsi internet sangat melekat pada netbook, memang netbook hadir untuk berbagai kemudahan dan tentusaja fungsionalitas harus menjadi tolok ukur utama, selain harga yang selalu bersaing.

Jangan sampai hanya karena speed prosesor dan performans dalam menjalankan task program menjadikan nilai tambahan yang sifatnya negatif, hanya karena kehadiran netbook yang biasanya sudah bundling dengan preinstall OS, yang kadang karena kekurang nekatan saja sehingga harus selalu bergantung pada sistem operasi komputer yang sudah dikenal lama meski dengan performa yang sudah tidak bisa diandalkan lagi. Sehingga banyak cerita tentang kekecewaan menggunakan netbook.

Sistem operasi sebagai ruh dari sebuah perangkat komputer, harus dipilih dengan bijak selain untuk membantu pekerjaan juga mempertahankan semangat untuk bekerja. Semisal netbook yang menjadi lambat karena salah memilih sistem operasi, atau kena virus sehingga menyebabkan hari yang seharusnya indah menjadi hari penuh petaka dan uring-uringan, semata. Piranti Backup menjadi sangat penting, namun apakah harus setiap hari membackup data kita, pilihan cloud computing adalah sebuah solusi namun sejauh mana para pengguna netbook memanfaatkannya, kadang malah belum dengar (lmao).

Bukan berarti dengan preinstalled bundling sistem operasi pada netbook maka kita harus menggunakannya, atau tergantung pada itu. Tidak, karena banyak opsi lain dan sistem operasi yang super keren, apalagi yang masih bundling dengan XP mungkin harus segera berpikir untuk upgrade ke seven dengan biaya tertentu. Tidak harus karena sistem operasi tidak berbayar alias Free dan gratis banyak menjadi pilihan. Sistem operasi netbook yang bisa digunakan dengan mudah dan support dengan mesin berspesifikasi rendah harus diperhitungkan dan selayaknya dicoba, toh dengan netbook tidak mungkin akan mengerjakan sesuatu yang membutuhkan resource besar seperti editing audio visual atau grafis yang membutuhkan spesifikasi high end.

Berikut daftar OS – Operating system yang mutakhir, populer dan patut dipertimbangkan:

Tampilan Sistem Operasi Jolicloud

Jolicloud (Linux, Gratis)

Jolicloud memang dibuat dan dipersiapkan untuk sistem operasi netbook, menggunakan kombinasi antara Linux Debian dan Fedora dilengkapi dengan WINE untuk mensupport aplikasi-aplikasi yang hanya berjalan di Windows. Jolicloud di atur sedemikian rupa sehingga berjalan dengan mulus dan baik pada komputer dengan sumberdaya rendah dan layar kecil. Aplikasi-aplikasi dan ruang penyimpanan berbasis web lebih diutamakan sehingga sangat berbeda dengan tehnologi komputer tradisional yang mengharuskan semuanya ada dalam komputer itu sendiri, sehingga kekurangan ruang penyimpanan data – storage – bisa diatasi dengan menyimpan data pada server besar dukungan Jolicloud. Semua aplikasi berjalan pada fullscreen mode secara default, dan support akan aplikasi-aplikasi baru bisa dilihat pada direktori yang ada. Tim Jolicloud secara istimewa mengatur semuanya termasuk kompatibilitasnya. Jolicloud dapat diinstal bersama dengan semua sistem operasi yang ada, dan untuk windows ada alat khusus untuk menginstalnya secara sangat mudah. Besar file master seperti biasa dengan OS ringan lainnya yaitu 600an MB.

Tampilan Sistem Operasi Windows 7

Windows 7 (Windows Seven, Home Premium seharga 165 USD)

Dengan wajah dan banyak perubahan dari XP dan Vista, Windows 7 berjalan sangat bagus pada komputer netbook, ringan, dan irit baterai karena sistem manajemen power yang diperbaharui. Kelebihan dari Windows 7 adalah terutama tidak harus belajar kembali OS lain, dan hanya sekedar mengintegrasikan kehidupan berbasis Windows anda pada netbook.

Tampilan Sistem Operasi Ubuntu Netbook Remix

Ubuntu (Linux, Free)

Ubuntu Netbook Remix, lihat screencast. Ubuntu bisa berjalan sangat lancar pada komputer dengan suberdaya dan spesifikasi rendah seperti netbook. Ubuntu Netbook Remix menyediakan banyak sekali kenyamanan berkomputer, bukan hanya karena sebuah distro Linux yang sangat populer, namun memberikan pengalaman dalam visibilitas menu, kebebasan, dan pengalaman baru dalam berkomputer. Ubuntu Netbook Remix ini memang dulunya dipersiapkan antara Intel Atom bersama Canonical, dalam projek Moblin sebelum dengan Nokia sekarang, sehingga tidak heran mengapa banyak preinstalled bundling netbook yang berisi UNR.

Tampilan Sistem Operasi Mac OS X pada netbook

OS X (Mac)

Semuanya hampir sama, dalam penginstalan maupun pemakaian sebagaimana OS yang lain, bagi para penggemar Mac pastilah menginstal OS X pada netbook mereka, meskipun Mac tidak bertanggunjawab apabila software Mac tidak berjalan pada sistem non-Apple, namun memang bisa diinstal di netbook apapun, meski tidak boleh protes ketika Wifi atau ada hardware yang tidak bisa berfungsi dengan baik, dan tidak ada support sama sekali dari Apple. Namun ada jalan keluarnya jika ingin melakukannya yaitu dengan memilih netbook yang kompateibel dengan sistem operasi OS X atau Hackintosh, dapat dipastikan bila memang kompatibel maka pasti netbook dengan OS X pasti akan berjalan dengan baik.

Tampilan Sistem Operasi Linux Mint pada netbook

Linux Mint (Linux, Gratis)

Linux Mint adalah distribusi Linux dengan penekanan dan menonjolkan pada fitur aksesibilitas dan segala kemudahan pada pengguna Linux baru. Sangat ringan, fungsional dan jika memerlukan software tambahan maka anda akan dibawa ke Repository Ubuntu yang penuh dengan kemudahan akses. Sangat netbook oriented, dan tentu saja dukungan komunitas yang tidak terbatas untuk memastikan kompatibilitas dan berbagai standar untuk perangkat keras Netbook.

Tampilan Sistem Operasi Crunchbang Linux pada netbook

Chrunchbang Linux (Linux, Gratis)

Crunchbang Linux adalah juga Netbook berbasis linux distribusi Ubuntu secara minimalis dengan tweak yang istimewa untuk kecepatan dan Openbox window manager dan GTK+ applications. Distribusi ini dilaporkan sebagai A Faster Ubuntu, meski tidak harus menggunakan perangkat yang terbaru. Namun seperti biasa untuk membeli perangkat komputer, haruslah juga merencanakan dan cek kompatibilitas hardware dengan sistem operasi yang akan dipakai. Dan semua kelebihan distribusi Linux adalah dukungan komunitas yang antusias dan saling tolong menolong.

Tampilan Sistem Operasi OpenSUSE Linux pada netbook

Open SUSE (Linux, Gratis)

OpenSuse, adalah distro Linux yang besar, berbasis KDE 4.3 dan GNOME 2.28 serta dukungan komunitas bersama Novell yang sangat kuat, memberikan pengalaman baru dalam berkomputer dengan kelebihan-kelebihannya yang fantastis. Seperti biasa seluruh OS sekarang sudah bisa diinstalkan melalui USB flash. Sekarang sudah support Live Update dan dalam versi 11.2 mengikut sertakan YaST Web. Serta tidak kata lain selain untuk mencoba juga distro yang satu ini.

Nggak kebayang dari sekian OS yang mantab untuk Netbook, hanya dua yang non Linux, tapi mengapa masih banyak yang belum berani mencoba opensource yang ternyata handal dan user friendly. Meski kadang opensource memang ada keterputusan dalam kesinambungan dan perkembangan serta komunitas yang kadang menjadi fanatik, toh umur perangkat netbook juga tidak selama pemilu berikutnya kadang. (haha)

Via [Lifehacker dan Sistem Operasi untuk Netbook]

Install OpenOffice 3.20 Ubuntu

February 20th, 2010

OpenOffice adalah sebuah software untuk pekerjaan kantor yang free, berlisensi LGPL v.3, opensource dan sudah selama dua puluh tahun dipake oleh banyak orang tentunya. Secara periodik memang software harus update dan melakukan penyempurnaan dalam fitur-fiturnya untuk mengikuti perkembangan tehnologi dan kebutuhan masyarakat. Diantaranya dalam rilis barunya OpenOffice 3.20 adalah loading start up yang lebih cepat 46 persen, namun juga tergantung sistem operasi dan hardware yang dipakai.

Open Document Format (ODF) standar, selalu masih diusung dan wajib untuk di support sesuai dengan formula dari Organization for the Advancement of Structured Information Standards (OASIS). Dukungan untuk Propietary File seperti dalam hal pengenalan proteksi password keamanan dari Microsoft Office 2007, baik word maupun Excel. Dukungan untuk Postscript berdsarkan font OpenType, untuk printing dan eksport ke PDF dan lain sebagainya, menjadi sesuatu penambahan pada rilis ini. Sebagaimana dapat dibaca disini

Masih menunggu agar OpenOffice 3.20 masuk ke PPA Ubuntu, namun secara default mungkin OpenOffice 3.20 ini akan menjadi paketan dalam distribusi Ubuntu Lucid Lynx 10.04 April yang akan datang.

Namun apabila tidak sabar dan ingin segera memakainya untuk bekerja sofware OpenOffce 3.20 dapat diunduh di sini. Juga untuk distribusi sistem operasi yang lainnya.

Install OpenOffice 3.20 di Ubuntu lewat terminal

  • Uninstall OpenOffice yang sudah diinstall:

    sudo apt-get remove openoffice*
  • Unduh OpenOffice 3.20, ekstrak, dan install

    Ubuntu 32 bit


    wget http://download.services.openoffice.org/files/stable/3.2.0/OOo_3.2.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz
    tar -xvf OOo_3.2.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz
    cd OOO320_m12_native_packed-1_en-US.9483/
    sudo dpkg -iR DEBS/

    Ubuntu 64 bit


    wget http://download.services.openoffice.org/files/stable/3.2.0/OOo_3.2.0_LinuxX86-64_install_en-US_deb.tar.gz
    tar -xvf OOo_3.2.0_LinuxX86-64_install_en-US_deb.tar.gz
    cd OOO320_m12_native_packed-1_en-US.9483/
    sudo dpkg -iR DEBS/

    via [OpenOffice 3.20 resmi dirilis]

move to trash

February 20th, 2010

Satu lagi dari Gnome Hacks, untuk menjaga kesalahan dalam klik menghapus atau memindahkan file agar tidak hilang di ‘trash’. Pada distribusi Ubuntu di Synaptic Package Manager, ada satu aplikasi bernama “trash-cli” yang harus diinstallkan terlebih dahulu dan menset alias untuk perintah “rm” untuk menggunakan “trash-cli”. Karena “trash-cli” juga menghapus folder, meskipun tidak dengan pilihan perintah “-r” – recursive -, dalam blognya, Grizzly secara inovatif menyusun script untuk agar folder tidak ikut terhapus saat pilihan perintah argumen “-r” tidak digunakan.

Dalam penjelasannya “trash-cli” adalah “This package provides a command line interface trashcan utility compliant with the FreeDesktop.org Trash Specification. It remembers the name, original path, deletion date, and permissions of each trashed file” yang menghasilkan perintah:

prompt:~/tmp$ ls -Flahi /usr/bin/*trash*
52579 -rwxr-xr-x 1 root root 1.4K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/empty-trash*
52576 -rwxr-xr-x 1 root root  983 2008-08-06 06:43 /usr/bin/list-trash*
52578 -rwxr-xr-x 1 root root 1.4K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/restore-trash*
52571 -rwxr-xr-x 1 root root 4.7K 2008-08-06 06:43 /usr/bin/trash*

dimana hal itu masih juga menyebabkan penghapusan secara tuntas folder-foldernya. Dan disinilah mantera Grizzly sebisa mungkin digunakan, dibawah adalah langkah mulai dari penginstallan “trash-cli” hingga memasukkan mantera script dari Grizzly, untuk menset perintah “rm” untuk memindahkah file dan folder ke trash

  • Install trash-cli di Ubuntu

    sudo apt-get install trash-cli
  • Set mantera via terminal Ubuntu:

    sudo gedit /usr/bin/trash-rm
  • Isikan perintah ini pada file yang baru saja terbuka, kemudian simpan:

    #!/bin/bash
    # command name: trash-rm
    shopt -s extglob
    recursive=1
    declare -a cmd
    ((i = 0))
    for f in "$@"
    do
    case "$f" in
    (-*([fiIv])r*([fiIv])|-*([fiIv])R*([fiIv]))
    tmp="${f//[rR]/}"
    if [ -n "$tmp" ]
    then
    #echo "\$tmp == $tmp"
    cmd[$i]="$tmp"
    ((i++))
    fi
    recursive=0 ;;
    (--recursive) recursive=0 ;;
    (*)
    if [ $recursive != 0 -a -d "$f" ]
    then
    echo "skipping directory: $f"
    continue
    else
    cmd[$i]="$f"
    ((i++))
    fi ;;
    esac
    done
    trash "${cmd[@]}"
  • Buat file itu menjadi executable dengan perintah di terminal:

    sudo chmod +x /usr/bin/trash-rm
  • Membuat alias atas “rm” untuk menggunakan perintah “trash-rm”, jalankan di terminal untuk Ubuntu:

    sudo gedit ~/.bashrc
  • kemudian masukkan perintah ini pada baris terbawah, kemudian simpan:

    alias rm="trash-rm"
  • Reload bashrc dengan mengetikan perintah di terminal:

    bash

Selesai, begitulah menurut Grizzly, inovasi untuk menghapus file dengan menggunakan “rm” dan “rm -r”, Jika takut apabila hardisk akan penuh karena file terhapus masih disimpan di ‘trash’ maka lakukan pembersihan secara periodik. Ataupun merestore-nya jika dibutuhkan dengan opsi pilihan dari terminal yang bisa digunakan semisal:

empty-trash
list-trash
restore-trash

great thanks [Webupd8, Grizzly, dan agar trash tidak kejam]

membuka Plurk Cara gue..!

February 16th, 2010

Kangmas dan mbak tentunya tau kan Plurk…? Sebuah web microblogging yang akhir-akhir ini lebih aku sukai dari pada facebook. Ya jujur saja aku lebih sering main di Plurk dari pada di facebook, walaupun update plurk terlempar juga ke facebook :D. Dan apa bila pengguna facebook sudah banyak aplikasi atau software gratis yang sekali klik langsung ke facebook dan langsung ber facebook ria. Waktu masih di kekang oleh windows saya dulu lebih sering main plurk dengan cara menginstal plurkit. Read the rest of this entry »

Prism : Specific and Simple Browser

February 15th, 2010

Sebagai pengguna Ubuntu anyaran maka saya masih penasaran dengan aplikasi jerohane Ubuntu. Salah satunya adalah PRISM, adalah sebuah browser relatif simple dan specific. Sebenarnya ini merupakan bagian dari Mozilla Labs. Sebagaimana rilisnya dalam wiki mozilla : Prism is a simple XULRunner based browser that hosts web applications without the normal web browser user interface. Prism is based on a concept called Site Specific Browsers (SSB). An SSB is an application with an embedded browser designed to work exclusively with a single web application..

Dengan Prism kita dapat membuka web yang kita inginkan secara spesifik dengan sekali klik saja. Misal, kita akan membuka GMail atau blog atau Fesbuk maka tinggal klik saja. Secara otomatis akan terbuka web yang kita kehendaki tersebut tanpa harus membuka browser yang biasa kita gunakan misalnya Firefox atau Sea Monkey atau Kazehakaze maupun Ephipany.

Menggunakan browser yang biasa kita pakai terkadang akan terasa lama loadingnya ketika membuka beberapa tab. Dengan Prism kita tinggal klik dari desktop sebab dalam settingnya akan otomatis terdapat icon shortcut di desktop. Menurut saya memang simple, spesifik dan sedikit mengurangi benwit plus cepet.

Ilmu menghemat benwit seperti kayak gini saya peroleh dari seorang kawan yang ajejuluk Omagus maupun dari Mas Andy MSE yang jagoan ngoprek Open Source dan pengiritan benwit.

Install Aplikasi Prism dapat melalui Ubuntu Software Center — Internet — Prism. Hasil instalasinya akan berada di Applications — Internet — Prism, sehingga untuk menjalankan tinggal klik Applications — Internet — Prism. Kemudian masukan URL-nya — centang icon shortcut on desktop — klik OK. Maka bereslah sudah. Tinggal klik dari desktop langsung menuju sasaran. Selamat mencoba…. (gym)

Tulisan ini pernah ditulis disini

Install Pidgin di openSUSE 11.2

January 27th, 2010

Berbeda dengan Ubuntu yang menggunakan Pidgin sebagai standar aplikasi program untuk instant messaging (IM), openSUSE memilih untuk menggunakan Kopete untuk IM.

Bagi saya yang pengguna Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan sekarang sedang asyik dual booting dengan openSUSE 11.2, penggunaan Kopete di openSUSE tidak semudah Pidgin di Ubuntu. Itu sebabnya muncul keinginan untuk install Pidgin di openSUSE 11.2 yang saya gunakan.

  • Setelah mencoba ngoprek sana-sini akhirnya ketemu juga jalannya. Goto YaST >> Softwares Repositories, lalu klik Add.

  • Setelah itu akan muncul jendela, Pilih Specify URL >> Next

  • Lalu isikan
  1. Repository Name : Anubisg1
  2. URL : http://download.opensuse.org/repositories/home:/anubisg1/openSUSE_11.2

  • Langkah berikutnya, Goto YaST >> Software Management. Lalu ketik pidgin di kotak search. Setelah itu klik kotak pidgin lalu klik Accept.

  • Lalu klik C ontinue.

  • Tunggu proses sampai selesai.

Setelah selesai anda bisa langsung menggunakan dengan Goto >> Applications >> Internet >> Chat >> Pidgin.

Selamat mencoba…  :D

Mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8

January 24th, 2010

Sebelumnya, saya pernah menulis tentang mengganti Grub Splash Images pada Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Kali ini, saya ingin berbagi cara mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8. Hal ini berawal dari Remastering Linux Mint 8 yang berakibat pada Grub Splash Images standar yang seharusnya menggunakan background wallpaper Linux Mint, berubah menjadi background hitam atau lebih tepatnya seperti background Grub Ubuntu. Berikut ini cara mengganti Grub Splash Images pada Linux Mint 8:
1. Siapkan gambar yang anda suka. Rubah ukuran gambar sesuai resolusi layar anda, atau sesuai keinginan anda. Kali ini, saya menggunakan resolusi 1024×600 pixel, sesuai reolusi layar monitor notebook Lenovo S10-2 Ideapad milik saya. Untuk ekstensi gambar, rubah menjadi .PNG atau .TGA.
Read the rest of this entry »

Dasar : Susunan direktori di Linux

January 22nd, 2010

Jujur saja, saya jarang memperhatikan apa sih fungsi dari susunan direktori di linux yang saya gunakan selama ini, saya hanya tahu sebatas fungsi dari beberapa folder yang umum dan sering saya akses saja. Apalagi kalo lagi utak-atik, menambahkan package ini-itu, edit sana-sini, trial-error, dah nggak peduli lagi ada di folder apa dan kenapa file tersebut kok ditempatkan dalam folder tersebut (doh)

Read the rest of this entry »